Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
Berikut penjelasan lengkap tentang Ibnu Battuta dari lahir sampai kematian, disertai referensi akademik dan sejarah.
BIOGRAFI LENGKAP IBNU BATTUTA (1304–1368/1377)
1. Latar Belakang Kelahiran
Nama Lengkap: Abu Abdullah Muhammad ibn Battutah
Lahir: 24 Februari 1304 M (703 H), di Tangier, Maroko
Asal-usul: Ia berasal dari keluarga Berber (Amazigh), termasuk dalam golongan qadhi (hakim) yang memiliki tradisi keilmuan kuat dalam hukum Islam (mazhab Maliki).
Pendidikan: Sejak kecil, Ibnu Battuta dididik dalam ilmu agama Islam, terutama fikih Maliki, hadis, dan ilmu syariah.
Dunn, R. E. (1986). The Adventures of Ibn Battuta: A Muslim Traveler of the Fourteenth Century.
2. Awal Perjalanan (1325)
Pada usia 21 tahun (1325), Ibnu Battuta memulai perjalanan untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah.
Perjalanan haji ini kemudian berkembang menjadi petualangan yang berlangsung hampir 30 tahun tanpa kembali ke tanah kelahirannya.
Perjalanan Awal: Tangier → Aljazair → Tunisia → Mesir → Mekah
Ia bergabung dengan kafilah dagang untuk keamanan dari perampok.
3. Perjalanan Ke Timur Tengah dan Afrika (1325–1330)
Mengunjungi:
Alexandria, Kairo, Damaskus, Hebron, Yerusalem, Mekah (haji pertama), Yaman, Aden, Somalia (Mogadishu), Zanzibar
Catatan: Ia mencatat budaya, pemerintahan, serta kehidupan sosial masyarakat di setiap wilayah.
4. India dan Asia Selatan (1333–1341)
India: Ibnu Battuta menjadi qadhi (hakim) di Delhi atas undangan Sultan Muhammad bin Tughluq dari Kesultanan Delhi.
Maladewa: Ditunjuk sebagai qadhi agung di Maladewa.
Sri Lanka: Ziarah ke Sri Pada (Adam’s Peak).
Gibb, H. A. R. (1958). The Travels of Ibn Battuta, A.D. 1325-1354.
5. Perjalanan ke Cina (1342–1346)
Dari India, ia berlayar ke Sumatra (Samudra Pasai), dan mengunjungi pelabuhan penting di Nusantara.
Melanjutkan ke Guangzhou, Tiongkok, mencatat kehidupan sosial dan budaya Tiongkok Dinasti Yuan.
Ia menulis tentang keindahan dan keteraturan kota-kota Cina, pelabuhan besar, serta perdagangan internasional.
6. Perjalanan Pulang Melalui Andalusia dan Afrika Barat (1349–1353)
Setelah kembali ke Mekah, ia memutuskan mengunjungi Andalusia (Spanyol Muslim).
Melanjutkan ke kerajaan Mali di Afrika Barat, termasuk Timbuktu dan Kerajaan Mansa Musa yang sangat kaya.
Ia menggambarkan Mali sebagai negeri makmur dengan tata hukum Islam yang kuat.
7. Akhir Hayat dan Kematian
Setelah menyelesaikan perjalanannya, Ibnu Battuta kembali ke Maroko.
Ia diminta oleh Sultan Abu Inan Faris dari Maroko untuk mendiktekan kisah perjalanannya kepada penulis bernama Ibn Juzayy yang dikenal dengan judul “Rihlah” (Perjalanan).
Meninggal: Sekitar tahun 1368 atau 1377 M (768 H), di Fez, Maroko.
Catatan Akhir: Tidak diketahui secara pasti tanggal kematiannya, tetapi catatan terakhir menunjukkan ia hidup sampai akhir 1360-an.
8. Karya dan Warisan
Kitab Rihlah menjadi salah satu karya paling penting dalam sejarah geografi dan antropologi dunia Islam.
Ia dikenal sebagai salah satu penjelajah terbesar dunia, bahkan lebih jauh dari Marco Polo.
Kisahnya memberikan wawasan unik tentang dunia Islam abad ke-14 dari Afrika, Asia, sampai Cina.
Referensi Akademik:
- Dunn, Ross E. The Adventures of Ibn Battuta: A Muslim Traveler of the Fourteenth Century. University of California Press, 1986.
- Gibb, H. A. R. The Travels of Ibn Battuta A.D. 1325-1354. Hakluyt Society, 1958.
- Mackintosh-Smith, Tim. Travels with a Tangerine: A Journey in the Footnotes of Ibn Battutah. John Murray, 2001.
- Hrbek, I. (1992). Africa from the Seventh to the Eleventh Century. UNESCO
- General History of Africa, Vol III.












