Luar Biasa, Ternyata Iran Produsen Drone Militer Paling Maju di Timur Tengah

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


Narasi dan Penjelasan Lengkap Kehebatan Drone Iran yang Dibeli Rusia untuk menghadapi Ukraina.

Latar Belakang

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Rusia menghadapi tantangan besar dalam hal pasokan drone (UAV) untuk keperluan pengintaian dan serangan.

Untuk mengatasi hal ini, Rusia beralih ke Iran, yang dikenal sebagai salah satu produsen drone militer paling maju di Timur Tengah. Iran telah mengembangkan berbagai jenis drone yang terbukti efektif dalam konflik regional, seperti di Suriah, Yaman, dan Irak.

Dua model drone Iran yang paling banyak digunakan Rusia di Ukraina adalah Shahed-136 (juga dikenal sebagai “Geranium-2” oleh Rusia) dan Mohajer-6.

Kedua drone ini memainkan peran penting dalam strategi serangan Rusia, terutama dalam menargetkan infrastruktur energi dan militer Ukraina.

Kehebatan Drone Iran yang Digunakan Rusia

1. Shahed-136: “Drone Kamikaze” yang Mematikan

Spesifikasi:

  • Jenis: Loitering Munition (Drone Kamikaze)
  • Jangkauan: 1.500–2.500 km (tergantung modifikasi)
  • Harga: Relatif murah (estimasi $20.000–$50.000 per unit)
  • Hulu Ledak: 40–50 kg
  • Kecepatan: 185 km/jam
  • Sistem Navigasi: GPS/GLONASS + Inertial Navigation System (INS)

Keunggulan:

  • Murah dan Massal: Dibandingkan rudal jelajah seperti Kalibr atau Iskander, Shahed-136 jauh lebih murah, memungkinkan Rusia meluncurkannya dalam jumlah besar.
  • Sulit Dideteksi: Karena ukurannya kecil dan terbang rendah, radar Ukraina sering kesulitan mendeteksinya.
  • Swarm Attack (Serangan Kawanan): Rusia sering meluncurkan puluhan Shahed-136 sekaligus untuk membanjiri pertahanan udara Ukraina.
  • Psikologis: Suara khas mesinnya yang seperti “mesin pemotong rumput” menimbulkan ketakutan di kalangan warga sipil.

Keterbatasan:

  • Rentan Electronic Warfare (EW): Ukraina menggunakan sistem jamming seperti “Pokrova” untuk mengganggu navigasinya.
  • Akurasi Terbatas: Tidak sepresisi rudal jelajah, sehingga sering digunakan untuk target area luas seperti pembangkit listrik.

2. Mohajer-6: Drone Pengintai dan Penyerang Multifungsi

Spesifikasi:

  • Jenis: Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) UAV
  • Jangkauan: 200 km (kontrol langsung), 1.000 km (mode otonom)
  • Masa Terbang: 12 jam
  • Persenjataan: Bisa membawa 4 rudal berpandu (seperti Almas atau Qaem)
  • Sensor: Elektro-optik dan inframerah canggih

Keunggulan:

  • Multi-role: Bisa untuk pengintaian dan serangan presisi.
  • Tahan terhadap EW: Dibanding Shahed-136, Mohajer-6 lebih tahan terhadap gangguan elektronik.
  • Digunakan untuk Target Spesifik: Seperti markas militer atau kendaraan lapis baja.

Dampak dalam Perang Ukraina

Serangan Infrastruktur Energi:

Shahed-136 digunakan Rusia untuk menghancurkan pembangkit listrik Ukraina, menyebabkan pemadaman besar-besaran pada musim dingin 2022–2023.

Menguras Pertahanan Udara Ukraina:

Karena harganya murah, Ukraina terpaksa menghabiskan rudal pertahanan udara mahal (seperti NASAMS atau IRIS-T) untuk menembak jatuh drone ini.

Peningkatan Produksi Lokal:

Rusia dikabarkan mulai memproduksi Shahed-136 secara lisensi di pabrik Alabuga, Tatarstan.

Kesimpulan

Drone Iran, terutama Shahed-136 dan Mohajer-6, telah menjadi senjata penting bagi Rusia dalam perang Ukraina.

Meskipun memiliki keterbatasan, drone ini memberikan keunggulan strategis karena harganya murah, kemampuan serangan kawanan dan efek psikologisnya.

Ukraina dan sekutu Barat terus mengembangkan sistem pertahanan elektronik dan anti-drone untuk menangkal ancaman ini.

“Perang di Ukraina telah membuktikan bahwa drone murah telah menjadi pengubah permainan dalam konflik modern.” Analis Militer Barat.

Referensi

1. The Washington Post(2022): “Russia is using Iranian-made drones in Ukraine, U.S. officials say”

2. BBC (2023): “How Iranian drones are changing the war in Ukraine”

3. The Guardian (2023): “Ukraine’s energy system under attack from Russian Shahed drones”

4. Military Analyst Reports (Janes, RUSI): Laporan tentang efektivitas Shahed-136 dalam perang asimetris.

Writer: Haris MaungEditor: Haris Maung

Responses (5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *