Dinasti Umayyah, Kekhalifahan Islam Pertama Berbentuk Dinasti

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


Berikut adalah penjelasan lengkap dan komprehensif tentang Dinasti Umayyah yang bangkit dan berkembang setelah wafatnya Ali ibn Thalib khalifah terakhir dari masa Khulafaur Rasyidin

LATAR BELAKANG KEMUNCULAN DINASTI UMAYYAH

Dinasti Umayyah (Bani Umayyah) adalah dinasti pertama yang memerintah Kekhalifahan Islam setelah periode Khulafaur Rasyidin.

Nama Umayyah diambil dari kakek mereka, Umayyah bin Abd Syams dari suku Quraisy di Mekkah.

Dinasti ini didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 661 M setelah terjadinya fitnah (konflik internal) pertama dalam Islam, yaitu Perang Saudara antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah.

Peralihan kekuasaan ke tangan Bani Umayyah ditandai oleh peristiwa arbitrase pasca-Perang Shiffin (657 M), pembunuhan Ali (661 M), serta penyerahan kekuasaan oleh Hasan bin Ali kepada Muawiyah demi menghindari pertumpahan darah lebih lanjut.

MASA PEMERINTAHAN DINASTI UMAYYAH

Dinasti Umayyah memerintah dari tahun 661 M hingga 750 M dengan ibu kota di Damaskus, Suriah.

Ini adalah masa transformasi besar bagi dunia Islam, dari negara kecil yang hanya mencakup Jazirah Arab menjadi imperium yang membentang dari Spanyol di Barat hingga India di Timur.

Daftar Khalifah Utama Dinasti Umayyah:

Muawiyah I bin Abi Sufyan (661–680 M) Pendiri Dinasti Umayyah, pusat pemerintahan di Damaskus

Yazid I bin Muawiyah (680–683 M) Terkenal dengan tragedi Karbala (680 M)

Abdul Malik bin Marwan (685–705 M) Membakukan bahasa Arab sebagai bahasa administrasi

Al-Walid I bin Abdul Malik (705–715 M) Perluasan wilayah ke Spanyol dan India

Umar bin Abdul Aziz (717–720 M) Khalifah yang dikenal adil, sering disebut “Khalifah Kelima”

Marwan II bin Muhammad (744–750 M) Khalifah terakhir sebelum keruntuhan Bani Umayah.

PUNCAK KEJAYAAN

Pada masa Al-Walid I (705–715 M), wilayah Islam mencapai puncak terluasnya. Penaklukan besar dilakukan:

  • Barat: Penaklukan Andalusia (Spanyol) oleh Thariq bin Ziyad (711 M).
  • Timur: Penaklukan Transoxiana dan wilayah Sindh (sekarang Pakistan) oleh Muhammad bin Qasim.
  • Afrika Utara: Berhasil menaklukkan seluruh wilayah dari Mesir hingga Maroko.

Pada masa Abdul Malik bin Marwan, reformasi besar dilakukan, seperti:

  • Penggantian mata uang Romawi dan Persia dengan mata uang Islam.
  • Pembangunan Kubah Batu (Dome of the Rock) di Yerusalem.
  • Arabisasi administrasi pemerintahan.

SISTEM PEMERINTAHAN

Dinasti Umayyah dikenal dengan sistem monarki turun-temurun. Hal ini berbeda dari sistem pemilihan yang berlaku pada masa Khulafaur Rasyidin.

Pemerintahan mereka bersifat sentralistik, dengan kekuasaan mutlak di tangan khalifah.

Wilayah kekhalifahan dibagi dalam beberapa provinsi yang dikepalai oleh gubernur yang diangkat khalifah.

Ciri penting lain:

  • Administrasi canggih yang menggabungkan unsur Persia dan Romawi.
  • Pembentukan angkatan laut kuat di Laut Mediterania.

KONFLIK DAN PENENTANGAN

Tragedi Karbala (680 M): Syahidnya cucu Nabi Muhammad, Husain bin Ali, menyebabkan luka sejarah besar, terutama bagi kaum Syiah.

Pemberontakan Khawarij dan Syiah sering mengganggu stabilitas kekuasaan pemerintahan.

Kecenderungan Bani Umayyah memprioritaskan keturunan Quraisy menyebabkan ketegangan dengan non-Arab (mawali).

RUNTUHNYA DINASTI UMAYYAH

Kebijakan diskriminatif terhadap non-Arab serta pemberontakan kaum Abbasiyah yang dipimpin Abu Muslim al-Khurasani menyebabkan runtuhnya Dinasti Umayyah pada 750 M dalam Perang Zab.

Khalifah terakhir, Marwan II, tewas saat melarikan diri. Keluarga Umayyah dibantai, kecuali satu orang, Abdurrahman ad-Dakhil yang melarikan diri ke Spanyol dan mendirikan Dinasti Umayyah II di Andalusia (756–1031 M).

WARISAN DINASTI UMAYYAH

  • Ekspansi wilayah Islam yang sangat luas.
  • Arabisasi administrasi dan penguatan identitas Arab-Muslim.
  • Peninggalan arsitektur monumental (Dome of the Rock, Masjid Umayyah).
  • Lahirnya Dinasti Umayyah Andalusia yang membawa peradaban Islam ke Eropa.

KESIMPULAN

Dinasti Umayyah adalah tonggak penting sejarah Islam yang membawa ekspansi besar-besaran dan transformasi politik dari sistem khilafah ke monarki.

Meskipun penuh kontroversi, terutama dalam konflik sektarian, pengaruh mereka dalam penyebaran Islam dan kebudayaan tidak bisa diabaikan.

Referensi 

  1. Hitti, Philip K. History of the Arabs. Palgrave Macmillan, 2002.
  2. Ira M. Lapidus. A History of Islamic Societies, Cambridge University Press, 2014.
  3. Karen Armstrong. Islam: A Short History, Modern Library, 2002.
  4. Marshall G. S. Hodgson, The Venture of Islam, University of Chicago Press, 1974.
  5. Al-Tabari, Tarikh al-Rusul wa al-Muluk (Sejarah Para Rasul dan Raja).
  6. Will Durant, The Story of Civilization: The Age ofFaith, Simon and Schuster, 1950.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *