Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
Konflik India–Pakistan 2025 pada 7 Mei 2025 dimulai setelah India melancarkan serangan rudal ke Pakistan, dengan nama sandi Operasi Sindoor.
India menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan respons terhadap serangan Pahalgam pada 22 April oleh militan di Kashmir milik India yang menewaskan 28 warga sipil, sebagian besar wisatawan.
Serangan tersebut meningkatkan ketegangan antara India dan Pakistan karena India menuduh Pakistan mendukung terorisme lintas batas, yang dibantah keras Pakistan.
Menurut India, serangan rudal tersebut hanya menargetkan kelompok militan Jaish-e-Mohammed dan Lashkar-e-Taiba
Namun Pakistan membantahnya dengan mengatakan bahwa serangan India justru mengenai area sipil, termasuk masjid, dan menewaskan 31 warga sipil.
Setelah serangan tersebut, terjadi baku tembak di perbatasan dan saling balas serangan antara kedua negara.
Pakistan secara resmi meluncurkan operasi balasan yang diberi sandi Operasi Bunyan al-Marsus pada 10 Mei, menargetkan sejumlah kota di India.
Konflik ini menandai pertempuran pesawat nirawak pertama antara dua negara.
Konflik ini jelas sangat mengkhawatirkan dunia yang melihat kedua negara berkekuatan nuklir itu saling serang di perbatasan.
Sekarang kita melihat ke belakang, ke masa awal mula Pakistan membangun program senjata nuklir dan sosok ilmuwan hebat di belakangnya.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Bapak Pendiri Nuklir Pakistan, yaitu Dr. Abdul Qadeer Khan.
BIOGRAFI LENGKAP
- Nama Lengkap: Dr. Abdul Qadeer Khan
- Julukan: “Father of Pakistan’s Nuclear Bomb” atau “Bapak Bom Nuklir Pakistan”
- Lahir: 1 April 1936, Bhopal, India Britania
- Wafat: 10 Oktober 2021, Islamabad, Pakistan
- Pendidikan: Metalurgi dan Fisika Nuklir di Eropa (Jerman, Belanda, Belgia)
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN
Setelah pembagian India-Pakistan (1947), keluarganya hijrah ke Pakistan.
Gelar Sarjana Teknik Metalurgi diraihnya dari Universitas Karachi (1960) dan Magister Teknik Metalurgi dari TU Delft, Belanda.
Sementara gelar Doktor Filsafat (Ph.D.) dalam bidang Metalurgi diraih dari Catholic University of Leuven, Belgia (1972).
Abdul Qadeer Khan menguasai berbagai bahasa seperti Urdu, Inggris, Jerman dan Belanda.
KONTRIBUSI UNTUK PROGRAM NUKLIR PAKISTAN
Setelah India berhasil melakukan uji coba nuklir pertamanya (Smiling Buddha, 1974), Pakistan mengalami tekanan politik dan militer. A.Q. Khan pulang ke Pakistan dengan tekad mengembangkan senjata nuklir.
Pendirian Kahuta Research Laboratories (KRL):
1976: A.Q. Khan mendirikan Kahuta Research Laboratories (KRL) di Kahuta, dekat Islamabad.
Fokus penelitian: pengayaan uranium melalui teknologi gas centrifuge.
Khan menggunakan pengetahuannya dari kerja sebelumnya di perusahaan URENCO di Belanda, yang memproduksi centrifuge uranium.
Keberhasilan Program:
28 Mei 1998: Pakistan melakukan uji coba nuklir pertama dengan kode Chagai-I, menjadikannya negara Islam pertama yang memiliki senjata nuklir.
Peran Khan dianggap sentral karena mempercepat penguasaan teknologi nuklir strategis.
KONTROVERSI
2004: Khan mengakui di TV nasional bahwa dia secara pribadi membantu Iran, Korea Utara, dan Libya dengan teknologi nuklir.
Pengakuan ini memicu “A.Q. Khan Nuclear Proliferation Network Scandal”.
Meskipun berada dalam tahanan rumah, ia tetap dihormati oleh banyak rakyat Pakistan sebagai pahlawan nasional.
PENGHARGAAN DAN PENGAKUAN
Nishan-e-Imtiaz: Penghargaan sipil tertinggi Pakistan (diberikan dua kali).
Dianggap simbol pertahanan nasional Pakistan.
Banyak universitas, jalan, dan institusi di Pakistan dinamai untuk menghormatinya.
WAFAT DAN LEGASI
Wafat karena komplikasi kesehatan (COVID-19 dan masalah paru-paru) pada 10 Oktober 2021. Dikebumikan secara kenegaraan di Islamabad.
Hingga kini, perannya sebagai pengembang utama senjata nuklir Pakistan tetap dikenang dan juga diperdebatkan dalam konteks proliferasi nuklir global.
Referensi
- Book: Gordon Corera, Shopping for Bombs: Nuclear Proliferation, Global Insecurity, and the Rise and Fall of the A.Q. Khan Network, Oxford University Press, 2006.
- Book: Adrian Levy & Catherine Scott-Clark, Deception: Pakistan, the United States, and the Secret Trade in Nuclear Weapons, Walker & Company, 2007.
- Academic Article: “Pakistan’s Nuclear Program: A Case Study in Proliferation”, International Security Journal, Vol. 31, No. 4 (Spring 2007).
- BBC Profile: https://www.bbc.com/news/world-asia-23994446
- Al Jazeera News: https://www.aljazeera.com/news/2021/10/10/pakistans-nuclear-scientist-aq-khan-dies-at-85
- Encyclopedia Britannica: https://www.britannica.com/biography/Abdul-Qadeer-Khan













https://shorturl.fm/GGQSp
https://shorturl.fm/GGQSp