Alhazen, Ilmuwan Muslim yang Memberi Pengaruh Dunia Optik Modern

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


Al-Hazen (Ibnu Al-Haytham) merupakan salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah Islam, di mana karya-karyanya sangat mempengaruhi para ilmuwan besar sesudahnya.

Berikut ini adalah biografi lengkap dari  Al-Hazen.

Profil Singkat

Nama Lengkap: Abu Ali al-Hasan ibn al-Hasan ibn al-Haytham

Nama Latin: Alhazen (dalam tradisi Barat)

Lahir: 965 M di Basra (sekarang Irak)

Wafat: 1040 M di Kairo, Mesir

Bidang: Fisika, Optika, Matematika, Astronomi, Filosofi, Teknik.

Kehidupan Awal

Ibnu al-Haytham lahir pada masa keemasan Islam, ketika ilmu pengetahuan berkembang pesat. Ia dibesarkan di Basra, yang kala itu menjadi pusat ilmu pengetahuan.

Sejak kecil ia dikenal cerdas dalam memahami ilmu hitung dan logika. Setelah menuntut ilmu di Basra dan Baghdad, ia banyak menulis tentang matematika, astronomi, serta ilmu optika.

Masa di Mesir dan Penelitian

Ketika dewasa, Ibnu al-Haytham pindah ke Mesir pada masa pemerintahan Khalifah Al-Hakim dari Dinasti Fatimiyah.

Al-Hakim memintanya untuk menyelesaikan proyek besar pengaturan aliran Sungai Nil, tetapi setelah penelitian, Ibnu al-Haytham menyadari proyek tersebut mustahil secara teknis dan mengundurkan diri.

Akibat kekecewaan Al-Hakim, Ibnu al-Haytham dikenakan tahanan rumah di Kairo. Ironisnya, masa “kurungan” tersebut justru menjadi masa produktifnya dalam menulis dan mengembangkan ilmu optika serta metode ilmiah.

Kontribusi dalam Ilmu Pengetahuan 

1. Kitab al-Manazir (Buku Optika)

Merupakan karya paling monumental Ibnu al-Haytham, terdiri dari 7 jilid.

Ia membantah teori optik Yunani (Ptolemy dan Euclid) yang menyatakan mata mengirim sinar ke objek. Ibnu al-Haytham membuktikan bahwa cahaya berasal dari objek ke mata.

Ia juga menjelaskan bagaimana bayangan, pantulan, pembiasan, serta bagaimana cahaya menempuh jalur lurus.

2. Metode Ilmiah

Ibnu al-Haytham dikenal sebagai “Bapak Metode Ilmiah”.

Ia memperkenalkan eksperimen laboratorium sebagai cara validasi teori, bukan hanya mengandalkan logika seperti tradisi Yunani.

Konsep ini mempengaruhi perkembangan ilmu modern di Eropa pada masa Renaisans.

3. Kontribusi Lainnya:

Astronomi: mengkoreksi kesalahan Ptolemy dan mendiskusikan gerak planet.

Matematika: riset dalam geometri, teori bilangan, dan pengembangan rumus volume benda.

Fisika: Penelitian tentang gerak dan dinamika benda, sebuah cikal bakal mekanika klasik.

Warisan dan Pengaruh

Karya-karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12.

Al-Hazen disebut sebagai pelopor optika modern oleh ilmuwan seperti Roger Bacon dan Johannes Kepler.

Di Barat, Alhazen disebut sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan kuno (Yunani) dengan dunia modern.

Kesimpulan

Ibnu al-Haytham atau Al-Hazen adalah tokoh ilmuwan Islam yang berkontribusi luar biasa dalam optika, fisika, matematika, dan pengembangan metode ilmiah.

Pemikirannya menjadi fondasi perkembangan ilmu pengetahuan modern, menjadikannya sebagai salah satu ilmuwan muslim paling berpengaruh dalam sejarah dunia.

Referensi

  1. Gutas, D. (2001). Greek Thought, Arabic Culture: The Graeco-Arabic Translation Movement in Baghdad and Early ‘Abbāsid Society. Routledge.
  2. Sabra, A. I. (1989). The Optics of Ibn al-Haytham: Books I-III. London: Warburg Institute.
  3. Saliba, G. (2007). Islamic Science and the Making of the European Renaissance. MIT Press.
  4. Rashed, R. (1990). A Pioneer in Anaclastics: Ibn Sahl on Burning Mirrors and Lenses. Isis, 81(3), 464-491.
  5. Encyclopedia Britannica. “Ibn al-Haytham.” https://www.britannica.com/biography/Ibn-al-Haytham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *