Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
Bangsa Arya selama ini digambarkan sebagai ras atau entitas bangsa yang dianggap memiliki kelebihan dari ras dan bangsa lain. Berikut kaitannya dengan Nazi disertai referensi akademik dan sejarah.
ASAL USUL BANGSA ARYA
Bangsa Arya adalah sebutan bagi kelompok etnolinguistik yang menggunakan bahasa Indo-Irania, bagian dari rumpun bahasa Indo-Eropa.
Istilah “Arya” berasal dari kata Sanskerta “आर्य” (ārya) yang berarti “bangsawan”, “mulia”, atau “orang terhormat”.
Ciri Umum Sejarah Bangsa Arya:
🟣 Bangsa Arya diperkirakan bermigrasi dari stepa Eurasia (kawasan sekitar Rusia selatan) ke wilayah India dan Persia sekitar 1500 SM.
🟣 Di India, mereka dikenal melalui kitab-kitab Weda sebagai penakluk yang mendominasi masyarakat lokal Dravida.
🟣 Di Persia (Iran), kata “Arya” dipakai untuk menyebut bangsa mereka sendiri (asal nama “Iran” berarti “Land of Aryans”).
Mallory, J.P. (1989). In Search of the Indo-Europeans. Thames and Hudson.
Bryant, Edwin (2001). The Quest for the Origins of Vedic Culture. Oxford University Press.
EVOLUSI ISTILAH “ARYA” DI EROPA
Pada abad ke-19, para filolog Eropa seperti Max Müller menggunakan istilah “Aryan” untuk menyebut nenek moyang bahasa Indo-Eropa. Namun, Müller kemudian menyesali penyalahgunaan istilah ini.
Di Eropa, istilah “Arya” bergeser makna:
- Dari istilah linguistik menjadi istilah rasial.
- Mengacu pada “ras putih superior”, khususnya bangsa Nordik.
Poliakov, Léon (1974). The Aryan Myth: A History of Racist and Nationalist Ideas in Europe. Basic Books.
HUBUNGAN BANGSA ARYA DENGAN IDEOLOGI NAZI
Penyimpangan Sejarah oleh Nazi:
Adolf Hitler dan Partai Nazi mengadopsi dan memutarbalikkan konsep “Aryan” untuk mendukung ideologi rasis mereka.
Nazi mengklaim bahwa “Ras Arya” adalah bangsa Jermanik berkulit putih, berambut pirang, bermata biru, yang superior secara biologis.
Mereka menolak kenyataan historis bahwa istilah Arya berasal dari Asia Selatan dan Iran.
Implementasi Nazi:
Digunakan sebagai dasar anti-Semitisme (kebencian terhadap Yahudi), anti-Roma (Gipsi), dan pembenaran Holocaust.
Menjadi bagian dari propaganda untuk membangun “Reich Ketiga” dan Lebensraum (ruang hidup).
Simbol Swastika (yang berasal dari India kuno) diadopsi oleh Nazi sebagai simbol “kemurnian Arya”.
Kershaw, Ian (2008). Hitler: A Biography. W.W. Norton.
Mosse, George L. (1985). Toward the Final Solution: A History of European Racism. University of Wisconsin Press.
KESIMPULAN
- Istilah “Arya” berasal dari budaya kuno India dan Iran sebagai identitas linguistik dan sosial, bukan rasial.
- Nazi melakukan manipulasi sejarah untuk kepentingan politik dan rasisme.
- Klaim “Ras Arya Nazi” tidak memiliki dasar ilmiah dan telah dibantah oleh banyak sejarawan modern.
Referensi
- J.P. Mallory, In Search of the Indo-Europeans, 1989.
- Edwin Bryant, The Quest for the Origins of Vedic Culture, 2001.
- Léon Poliakov, The Aryan Myth, 1974.
- George L. Mosse, Toward the Final Solution, 1985.
- Ian Kershaw, Hitler: A Biography, 2008.







https://shorturl.fm/CulVd
https://shorturl.fm/B00oY