Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
Berikut adalah biografi lengkap Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh utama Revolusi Islam Iran 1979.
Nama Lengkap dan Identitas Dasar
Nama lengkap: Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini
Lahir: 24 September 1902, di Khomein, Provinsi Markazi, Iran
Wafat: 3 Juni 1989, Teheran, Iran
Agama: Islam (Syiah Dua Belas Imam)
Gelar kehormatan: Ayatollah Agung (Grand Ayatollah), Imam
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Khomeini berasal dari keluarga religius yang merupakan keturunan Nabi Muhammad melalui garis Imam Musa al-Kazim.
Ayahnya, Ayatollah Mostafa Musavi, adalah ulama terkenal, namun dibunuh ketika Khomeini masih bayi.
Ia menempuh pendidikan agama di kota suci Qom, belajar di bawah ulama besar seperti Ayatollah Abdul Karim Haeri Yazdi.
Menjadi seorang marja’ taqlid, yakni sumber hukum Islam yang diikuti oleh umat Syiah.
Karier Keulamaan dan Pemikiran
Khomeini dikenal karena mendalami filsafat Islam, fiqih, tasawuf, dan politik Islam.
Ia menulis berbagai buku, di antaranya:
- “Tahrir al-Wasilah” (kitab fiqih)
- “Hokumat-e Islami: Wilayat al-Faqih” (Pemerintahan Islam: Kewalian Fakih), karya ini sangat penting karena menjadi dasar ide negara Islam yang dipimpin ulama.
Penentangan terhadap Rezim Shah Pahlavi
Pada 1963, Khomeini mengecam keras kebijakan Shah Mohammad Reza Pahlavi, terutama program “Revolusi Putih” yang dianggap merusak nilai Islam dan memperkuat pengaruh AS.
Akibat pidato-pidato politiknya, ia ditangkap dan dipenjara. Gelombang protes besar terjadi dan banyak pendukungnya terbunuh.
Diasingkan keluar negeri
1964–1978: Hidup dalam pengasingan di Irak (Najaf), Turki, dan terakhir di Perancis (Neauphle-le-Château).
Selama di pengasingan, ia terus menyebarkan pesan-pesan revolusi melalui kaset dan surat.
Revolusi Islam Iran 1979
Situasi Iran yang semakin memanas membuat Shah melarikan diri sari Iran pada Januari 1979.
Khomeini akhirnya kembali ke Iran pada 1 Februari 1979 dan disambut jutaan rakyat. Pada 11 Februari 1979, rezim monarki Pahlavi resmi tumbang.
Iran kemudian menjadi Republik Islam Iran, dengan konstitusi yang menempatkan Khomeini sebagai “Pemimpin Tertinggi” (Rahbar) berdasarkan prinsip Wilayat al-Faqih.
Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran (1979–1989)
Sebagai pemimpinnya tertinggi Iran, Khomeini melakukan berbagai kebijakan:
- Mendirikan sistem pemerintahan teokratis berbasis hukum Islam.
- Menolak keras dominasi Barat, terutama Amerika Serikat dan Israel.
- Mendukung gerakan Islam di seluruh dunia.
Di bawah kekuasaannya, Iran menghadapi berbagai krisis, termasuk:
- Krisis sandera Kedutaan Besar AS di Teheran (1979–1981)
- Perang Iran–Irak (1980–1988)
- Menolak berdamai dengan Irak hingga hampir akhir hayatnya.
Wafat dan Warisan
Khomeini wafat pada 3 Juni 1989 akibat sakit. Dimakamkan di Teheran diiringi jutaan pengikutnya dan makamnya kini menjadi tempat ziarah nasional.
Posisi Khomeini digantikan oleh Ayatollah Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi.
Warisannya adalah sistem pemerintahan Republik Islam Iran yang masih berlangsung hingga kini.
Referensi dan Sumber Historis
- Ervand Abrahamian, “A History of Modern Iran”
- Hamid Dabashi, “Theology of Discontent”
- Khomeini, “Islamic Government: Governance of the Jurist (Wilayat al-Faqih)”
- Robin Wright, “The Last Great Revolution: Turmoil and Transformation in Iran”












