Bakso, Sejarah Lengkap Makanan Paling Populer di Nusantara

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


Berikut adalah sejarah lengkap makanan bakso, makanan populer yang sudah menjadi bagian penting dari kuliner Nusantara, lengkap dengan asal usul dan referensinya.

SEJARAH LENGKAP BAKSO

Asal Usul Nama dan Konsep

Bakso berasal dari kata dalam bahasa Hokkien: “bak-so” (肉酥) yang berarti daging giling atau daging yang dihaluskan.

Makanan ini diyakini berasal dari Tiongkok, dibawa oleh imigran Tionghoa yang menetap di Indonesia.

Konsep makanan berupa bola daging sebenarnya sudah lama dikenal di berbagai budaya seperti:

  • Tiongkok: bola daging disebut wanzi.
  • Eropa: meatball.
  • Timur Tengah: kofta/kebab.

Masuk ke Nusantara 

Makanan ini masuk ke Nusantara pada abad ke-17 hingga 18 M bersamaan dengan kedatangan imigran Tionghoa.

Awalnya bakso dibuat dari daging babi, namun karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, bahan dasarnya kemudian disesuaikan menjadi daging sapi atau ayam yang halal.

Bakso mulai dikenal secara luas di Jawa, terutama di kota-kota seperti Solo, Malang, dan Surabaya.

Perkembangan di Nusantara

Makanan ini diadopsi dan dimodifikasi oleh masyarakat lokal sehingga muncul berbagai variasi baso seperti:

  • Bakso urat: dengan campuran urat daging.
  • Bakso telur: isi telur rebus.
  • Bakso keju, bakso mercon, bakso isi sambal, dll.
  • Bakso Malang: dengan tahu, pangsit goreng, dan mie.
  • Bakso Solo: lebih dominan kaldu bening.

Bakso Sebagai Kuliner Rakyat

Bakso telah menjadi makanan kaki lima paling populer sejak abad ke-20.

Dijajakan dengan gerobak keliling, menjadikan bakso sebagai makanan murah meriah untuk semua kalangan.

Di kota-kota besar, bakso dijual baik oleh pedagang keliling hingga restoran modern.

Mendunia

Kini bakso dikenal di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Belanda (karena warisan kolonial), dan bahkan tersedia di supermarket luar negeri dalam bentuk makanan beku.

Bahan dan Ciri Khas

Bahan utamanya adalah daging sapi, ayam, ikan, atau udang.

Dicampur dengan tepung tapioka dan bumbu (bawang putih, garam, merica.

Disajikan dalam kuah kaldu gurih, bersama mie, bihun, tauge, tahu, dan sambal.

Referensi

  1. Widodo, H. (2017). Kuliner Indonesia: Sejarah, Rasa, dan Budaya. Jakarta: Kompas.
  2. Achmad, B. (2019). Jejak Sejarah Kuliner Nusantara. Yogyakarta: LKiS.
  3. Media Kompas (2020). “Asal-usul Bakso, Makanan Rakyat yang Mendunia.”
  4. Indonesia.go.id (2021). “Bakso: Hidangan Merakyat, Disukai Dunia.”
  5. CNN Indonesia (2023). “Perjalanan Bakso dari Tionghoa ke Warung Pinggir Jalan.”
Writer: Haris MaungEditor: Haris Maung