Hashashin, Legenda Kelompok Pembunuh Bayaran di Timur Tengah

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai sejarah Assassin, dari latar belakang, perkembangan, hingga kehancuran.

HASHASHIN (ASSASSIN): SEJARAH LENGKAP

1. Latar Belakang

Istilah “Assassin” berasal dari kata Hashashin atau Hashshashin (الحشّاشين) yang merujuk pada sekte Nizari Ismailiyah, sebuah cabang dari Syiah Ismailiyah.

Mereka aktif sekitar abad ke-11 hingga abad ke-13 Masehi di wilayah Persia (Iran modern) dan Levant (Suriah dan Lebanon modern).

Asal Usul Nama:

Kata “Hashashin” sering dihubungkan dengan tuduhan penggunaan hashish (ganja), meskipun banyak sejarawan menganggap ini propaganda musuh mereka.

Dalam bahasa Latin, istilah “Hashashin” ini berkembang menjadi “Assassini” dan akhirnya menjadi “Assassin” dalam bahasa Inggris yang berarti “pembunuh bayaran”.

2. Sejarah Awal

a. Latar Agama dan Politik

Pada abad ke-11, terjadi perpecahan dalam kalangan Syiah Ismailiyah antara kelompok Mustaliyah dan Nizariyah setelah kematian Khalifah Fatimiyah Al-Mustansir Billah.

Pemimpin Nizariyah di Persia adalah Hasan-i Sabbah (1050–1124), seorang tokoh revolusioner cerdas dan berpendidikan dari Persia.

b. Basis Pertahanan: Benteng Alamut

Hasan-i Sabbah menguasai benteng Alamut di Pegunungan Elburz (Iran Utara) pada 1090 M.

Alamut menjadi pusat perlawanan politik dan religius serta pusat pelatihan para fida’i (pembunuh elit).

3. Metode dan Strategi

Pembunuhan Terarah: Assassin dikenal karena metode pembunuhan rahasia terhadap tokoh-tokoh penting yang dianggap musuh ideologis mereka, seperti pejabat Seljuk, jenderal, bahkan khalifah.

Intimidasi Psikologis: Mereka sering melakukan pembunuhan di tempat umum untuk menciptakan efek ketakutan.

Perlawanan Kecil vs Kekuasaan Besar: Tanpa kekuatan militer besar, Hashashin menggunakan teror sebagai senjata diplomasi.

4. Perkembangan

a. Puncak Kejayaan (1090–1256 M)

Selama 150 tahun, para Hashashin memiliki jaringan kuat di Persia dan Suriah.

Mereka terkenal karena berhasil membunuh tokoh besar seperti Nizam al-Mulk (Perdana Menteri Seljuk), dan mencoba membunuh Salahuddin al-Ayyubi.

b. Hubungan dengan Tentara Salib

Beberapa sumber menyebut Hashashin pernah bersekutu ataupun bertempur melawan Tentara Salib, tergantung situasi politik.

c. Runtuhnya Hashashin

Pada tahun 1256, benteng Alamut dihancurkan oleh serangan Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan, mengakhiri dominasi Hashashin di Persia.

Di Suriah, kelompok ini bertahan hingga ditumpas oleh Baibars (Sultan Mamluk Mesir) sekitar 1273 M.

5. Warisan dan Pengaruh Budaya Populer

Istilah “Assassin” menjadi sinonim dengan pembunuhan rahasia di dunia Barat.

Hashashin sering digambarkan dalam karya sastra, novel, dan video game, terutama franchise “Assassin’s Creed” yang menggabungkan elemen sejarah dan fiksi.

“Hashashin telah menjadi kisah dan legenda kelompok Pembunuh Bayaran yang menakutkan para penguasa di Timur Tengah”

6. Timeline Singkat

  • 1050: Hasan-i Sabbah lahir.
  • 1090: Penguasaan Benteng Alamut.
  • 1092: Pembunuhan Nizam al-Mulk.
  • 1124: Wafatnya Hasan-i Sabbah.
  • 1256: Jatuhnya Alamut oleh Mongol.
  • 1273: Penghancuran markas terakhir Hashashin oleh Baibars.

Referensi Sejarah

  1. Bernard Lewis – The Assassins: A Radical Sect in Islam (1967) Buku klasik tentang sejarah Hashashin.
  2. Farhad Daftary – The Assassin Legends (1994) Kajian akademik tentang mitos dan fakta Hashashin.
  3. Ibn al-Athir – Al-Kamil fi al-Tarikh Sumber primer abad ke-13 mengenai sejarah Islam termasuk Hashashin.
  4. Marco Polo – The Travels of Marco Polo Menceritakan tentang “Old Man of the Mountain”, sering dikaitkan dengan Hasan-i Sabbah, meskipun sarat mitos.
  5. Jami’ al-Tawarikh oleh Rashid al-Din Catatan sejarah Mongol yang menyebut penghancuran Alamut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *