Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
HIZBULLAH LEBANON: DARI GERAKAN PERLAWANAN HINGGA KEKUATAN POLITIK DAN MILITER
Hisbullah (Partai Allah) bukan sekadar kelompok bersenjata atau partai politik di Lebanon. Ia adalah fenomena kompleks yang telah membentuk ulang lanskap politik, militer, dan sosial negara itu selama lebih dari empat dekade.
Berikut penjelasan lengkap tentang organisasi yang menjadi salah satu aktor paling berpengaruh di Timur Tengah:
Akar dalam Gejolak (Awal 1980an)
Hisbullah lahir dari kawah pergolakan. Invasi Israel ke Lebanon Selatan pada 1982 menjadi katalis utama.
Sekelompok ulama Syiah Lebanon, terinspirasi oleh Revolusi Islam Iran 1979 dan dibimbing oleh tokoh seperti Ayatullah Ruhollah Khomeini serta dibantu secara signifikan oleh Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC), mulai mengkonsolidasikan berbagai faksi perlawanan Syiah yang lebih kecil.
Tujuannya jelas, mengusir pendudukan Israel dan memperjuangkan hak-hak komunitas Syiah Lebanon yang kerap termarginalkan secara politik dan ekonomi.
Nama “Hisbullah” (Partai Allah) dipilih, mencerminkan identitas Islam yang kuat dan keyakinan akan perjuangan suci (jihad).
Fase Perlawanan Bersenjata (1980an – 2000)
Hisbullah dengan cepat berkembang menjadi kekuatan perlawanan paling efektif melawan pendudukan Israel di Lebanon Selatan.
Taktik gerilya, termasuk serangan roket dan penyergapan, membuat pasukan Israel terbebani. Peristiwa seperti pemboman markas Marinir AS dan kedutaan besar Prancis di Beirut tahun 1983 (meski Hisbullah tidak secara resmi mengklaim, diyakini dilakukan oleh kelompok terkait) dan penyanderaan warga Barat menempatkannya dalam sorotan internasional dan daftar organisasi teroris beberapa negara Barat.
Perang saudara Lebanon (1975-1990) memberikan ruang bagi Hisbullah untuk memperkuat basisnya, terutama di Beirut Selatan, Lembah Bekaa, dan Lebanon Selatan.
Penarikan Israel dari sebagian besar Lebanon Selatan pada tahun 2000 dianggap sebagai kemenangan besar pertama Hisbullah, memperkuat legitimasi dan popularitasnya di kalangan banyak warga Lebanon, terutama Syiah.
Transformasi Menuju Politik Formal (Pasca 1992)
Menyadari pentingnya ranah politik pasca perang saudara, Hisbullah memulai transformasi strategis. Pada pemilu parlemen Lebanon 1992, mereka memenangkan kursi untuk pertama kalinya.
Meski tetap mempertahankan sayap militer yang kuat, Hisbullah secara resmi menjadi partai politik.
Mereka membangun aliansi strategis dengan partai-partai lain, terutama Gerakan Amal (partai Syiah utama lainnya) dan kelompok Kristen pro-Suriah seperti Partai Nasionalis Sosial Suriah (SSNP) dan Aliran Patriotik Merdeka pimpinan Michel Aoun (dimulai akhir 2000an). Transformasi ini menunjukkan pragmatisme politik Hisbullah.
Perang 2006 dan Peningkatan Kapabilitas Militer
Konflik besar pecah pada Juli 2006 setelah serangan silang antara Hisbullah dan Israel yang memicu penangkapan tentara Israel oleh Hisbullah.
Perang 33 hari ini menjadi ujian besar bagi Hisbullah. Mereka menunjukkan kemampuan militer yang jauh lebih maju dari perkiraan, termasuk penggunaan rudal canggih yang mencapai jauh ke dalam wilayah Israel dan taktik pertahanan yang tangguh.
Meski infrastruktur Lebanon hancur parah dan banyak korban jiwa sipil, Hisbullah muncul dari perang dengan citra “pemenang” di mata banyak pendukungnya dan kawasan, karena dianggap berhasil “bertahan” melawan kekuatan militer adidaya regional.
Perang ini juga semakin memperdalam ketergantungan militer Hisbullah pada dukungan Iran dan Suriah.
Kekuatan Pararel dan Negara dalam Negara
Salah satu karakteristik unik Hisbullah adalah kemampuannya membangun institusi pararel yang hampir menyamai negara.
Di luar sayap militer dan politik, mereka mengelola jaringan sosial yang luas (Jihad al-Bina’):
Layanan Sosial
Menyediakan layanan kesehatan (rumah sakit, klinik), pendidikan (sekolah), bantuan finansial, rekonstruksi perumahan, dan bantuan kemanusiaan, terutama di daerah-daerah Syiah.
Layanan ini sangat penting mengingat seringnya kegagalan negara pusat, dan menjadi sumber utama dukungan populer.
Media
Mengoperasikan jaringan media yang kuat, termasuk saluran televisi satelit Al-Manar dan radio Al-Nour, yang menjadi corong propaganda dan pengaruh.
Keuangan
Memiliki jaringan keuangan yang kompleks, diduga didanai terutama oleh Iran, serta melalui bisnis legal dan ilegal (termasuk penyelundupan).
Kemampuan finansial ini memungkinkan operasi militer dan layanan sosialnya.
Peran Regional dan Kontroversi
Hisbullah jauh melampaui batas Lebanon, menjadi proxy utama Iran di kancah geopolitik Timur Tengah yang kompleks:
Dukungan untuk Suriah
Hisbullah terlibat langsung dan signifikan dalam perang saudara Suriah sejak sekitar 2012, berperang di pihak rezim Bashar al-Assad melawan pemberontak.
Ini memperkuat hubungan dengan Suriah dan Iran, tetapi merusak citranya di kalangan Arab Sunni yang mendukung pemberontak dan dianggap sebagai intervensi yang memperkeruh konflik.
Persaingan dengan Israel
Konflik dengan Israel tetap menjadi inti identitas militer Hisbullah. Pertukaran api di perbatasan terjadi secara rutin.
Pasca serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, pertempuran di perbatasan Lebanon-Israel meningkat drastis, menimbulkan kekhawatiran perang skala penuh baru.
Intervensi di Yaman dan Irak
Hisbullah dilaporkan memberikan pelatihan dan dukungan logistik kepada kelompok Houthi di Yaman (sekutu Iran) serta milisi Syiah di Irak.
Status Teroris
Amerika Serikat, Uni Eropa (hanya sayap militer), Inggris, Jerman, Arab Saudi, GCC, dan beberapa negara lainnya secara resmi mendaftarkan Hisbullah (baik seluruhnya atau sayap militernya) sebagai organisasi teroris. Hal ini membawa sanksi ekonomi dan politik.
Kekuatan Utama dan Tantangan Saat Ini
Kekuatan
Disiplin organisasi, dukungan Iran yang kuat (termasuk senjata dan pendanaan), basis sosial yang loyal melalui layanannya, pasukan militer yang berpengalaman dan terlatih baik (diperkirakan puluhan ribu pejuang), serta integrasi yang dalam dalam struktur politik dan masyarakat Lebanon.
Tantangan
Keruntuhan ekonomi Lebanon yang parah sejak 2019, tekanan sanksi internasional, ketergantungan pada Iran, meningkatnya ketegangan sektarian, kelelahan publik akibat konflik, tanggung jawab atas ledakan pelabuhan Beirut 2020 (meski Hisbullah menyangkal), dan potensi perang besar baru dengan Israel yang dapat menghancurkan Lebanon.
Kesimpulan
Hisbullah telah berevolusi dari gerakan perlawanan bawah tanah menjadi kekuatan dominan di Lebanon, dengan tentara swasta yang kuat, sayap politik yang berpengaruh, dan jaringan sosial yang luas.
Ia adalah “negara dalam negara” yang tak terbantahkan. Pengaruhnya melintasi batas-batas Lebanon, menjadikannya pemain kunci dalam persaingan geopolitik regional yang dipimpin Iran melawan Israel, AS, dan sekutu Arab Suni mereka.
Masa depan Hisbullah sangat terkait dengan stabilitas Lebanon yang rapuh, dinamika konflik Israel-Palestina, dan jalannya hubungan regional yang tegang, terutama di tengah eskalasi terkini di perbatasan Lebanon-Israel yang terus mengancam stabilitas yang lebih luas.
Referensi
- The International Institute for Strategic Studies (IISS): Laporan tahunan “The Military Balance” sering membahas kapabilitas militer Hisbullah.
- Congressional Research Service (CRS) – AS
- The Washington Institute for Near East Policy
- CIA World Factbook – Lebanon
- Al-Manar TV: Situs resmi media milik Hisbullah (perspektif Hisbullah).
- BBC News: Liputan berkelanjutan tentang Hisbullah dan Lebanon, sering mencakup berbagai sudut pandang.
- The Middle East Journal: Jurnal akademik yang memuat artikel peer-reviewed tentang politik Timur Tengah, termasuk Hisbullah.













https://shorturl.fm/TAfSP