Kapal Perang Hitam, Kunci Terbukanya Isolasi Nasional Jepang

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


KEDATANGAN KOMODOR PERRY: LATAR BELAKANG DAN DAMPAK

Kedatangan Komodor Matthew C. Perry ke Jepang pada tahun 1853 menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah modern Jepang.

Peristiwa ini memaksa Jepang, yang sebelumnya tertutup dari dunia luar (kebijakan “sakoku”), untuk membuka pelabuhannya kepada bangsa asing dan memicu perubahan besar dalam politik, ekonomi, dan sosial Jepang.

1. Latar Belakang: Jepang Sebelum Kedatangan Perry

Kebijakan Sakoku (1639–1853)

Sejak awal abad ke-17, Jepang menerapkan kebijakan isolasi (sakoku) di bawah Keshogunan Tokugawa. Beberapa poin penting:

  • Pelarangan hubungan dengan luar negeri, kecuali melalui pelabuhan Dejima (Nagasaki) untuk Belanda dan China.
  • Pelarangan masuknya orang asing dan pembatasan perdagangan luar negeri.
  • Ketakutan akan pengaruh asing, terutama setelah pemberontakan Kristen di Shimabara (1637–1638).

Namun, pada abad ke-19, tekanan dari negara Barat (terutama AS, Inggris, dan Rusia) meningkat karena:

  • Kebutuhan kapal untuk berlabuh dan mengambil pasokan dalam pelayaran Pasifik.
  • Revolusi Industri membuat Barat membutuhkan pasar baru, termasuk Jepang.

2. Misi Komodor Perry ke Jepang (1853–1854)

Tujuan Amerika Serikat

  • Membuka pelabuhan Jepang untuk kapal dagang dan pengisian bahan bakar.
  • Melindungi pelaut AS yang terdampar di perairan Jepang.
  • Mencegah Inggris atau Rusia menguasai Jepang terlebih dahulu.

Kedatangan Perry Pertama (Juli 1853)

  • Perry tiba di Teluk Edo (Tokyo) dengan 4 kapal perang hitam (“Kurofune”), yang mengejutkan Jepang.
  • Menyampaikan surat dari Presiden Millard Fillmore yang meminta Jepang membuka pelabuhan.
  • Perry memberikan waktu setahun untuk Jepang mempertimbangkan dan berjanji kembali.

Reaksi Jepang

Keshogunan Tokugawa kewalahan karena teknologi militer AS jauh lebih unggul.

Perdebatan internal:

  • Kelompok pro-pembukaan (kaikoku) ingin kerja sama dengan Barat.
  • Kelompok anti-asing (joi) menolak dan ingin mempertahankan isolasi.
  • Shogun meminta pendapat daimyo (penguasa daerah), sesuatu yang jarang terjadi, menunjukkan kebingungan pemerintah.

Kedatangan Perry Kedua (Februari 1854)

Perry kembali dengan lebih banyak kapal (total 7 kapal perang).

Jepang menyadari tidak bisa menolak, dan akhirnya Perjanjian Kanagawa (31 Maret 1854) ditandatangani, yang berisi:

  1. Pembukaan dua pelabuhan yaitu Shimoda dan Hakodate untuk kapal AS.
  2. Hak untuk menempatkan konsul AS di Shimoda.
  3. Perlakuan baik terhadap pelaut AS yang terdampar.

3. Dampak Kedatangan Perry

A. Kehancuran Sistem Tokugawa

Krisis legitimasi Keshogunan:

Ketidakmampuan Tokugawa menolak Barat melemahkan wibawa mereka.

Munculnya gerakan anti-Tokugawa, terutama dari klan Choshu dan Satsuma yang ingin kekaisaran kembali berkuasa.

B. Perjanjian Tidak Adil dengan Barat

Perjanjian Harris (1858):

  • AS mendapat hak ekstrateritorial dan akses perdagangan lebih luas.
  • Pembukaan lebih banyak pelabuhan untuk Inggris, Prancis, Rusia, dan Belanda.

C. Restorasi Meiji (1868)

  • Ketidakpuasan terhadap Tokugawa memicu Perang Boshin (1868–1869).
  • Keshogunan tumbang, Kaisar Meiji mengambil alih kekuasaan, memulai modernisasi besar-besaran (Meiji Restoration).

Kesimpulan

Kedatangan Komodor Perry menjadi titik balik sejarah Jepang, memaksa negara itu keluar dari isolasi dan memicu modernisasi besar-besaran.

Dampaknya masih terasa hingga kini, termasuk dalam kebijakan luar negeri Jepang yang lebih terbuka setelah Restorasi

Referensi

  1. Beasley, W. G. (1972). “The Meiji Restoration”. Stanford University Press.
  2. Jansen, Marius B. (2000). “The Making of Modern Japan”. Harvard University Press.
  3. Morison, Samuel Eliot. (1967). “Old Bruin: Commodore Matthew C. Perry”. Little, Brown & Co.
  4. Totman, Conrad. (1980). “The Collapse of the Tokugawa Bakufu, 1862–1868”. University of Hawaiʻi Press.

Responses (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *