Kekhalifahan Islam di Spanyol, Kebangkitan Hingga Keruntuhan

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


Berikut adalah narasi lengkap mengenai kekuasaan Islam di Spanyol, dari awal penaklukan hingga kehancurannya, disertai dengan referensi historis yang mendukung.

LATAR BELAKANG PENAKLUKAN (Sebelum 711 M)

Sebelum Islam masuk ke Semenanjung Iberia (Spanyol modern), wilayah ini dikuasai oleh Kerajaan Visigoth, yang merupakan kerajaan Kristen.

Namun, kondisi politik internal kerajaan ini sangat lemah akibat perebutan kekuasaan, korupsi, dan ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah.

Di Afrika Utara, kekuasaan Islam telah berkembang pesat. Setelah penaklukan wilayah Maghrib oleh dinasti Umayyah, Muslim mulai menaruh perhatian pada Iberia, terutama karena adanya permintaan dari kalangan pemberontak Visigoth yang ingin menggulingkan Raja Roderic.

PENAKLUKAN ANDALUSIA (711–732 M)

Tahun 711 M, Thariq bin Ziyad, seorang jenderal Muslim keturunan Berber, memimpin pasukan sekitar 7.000 tentara melintasi Selat Gibraltar.

Ia mendarat di sebuah gunung yang kemudian dinamai “Jabal Thariq” (sekarang Gibraltar).

Ia bertempur melawan Raja Roderic di Pertempuran Guadalete dan meraih kemenangan besar.

Penaklukan dilanjutkan oleh Musa bin Nushair, gubernur Ifriqiya (Afrika Utara). Dalam waktu singkat, kota-kota besar seperti Cordoba, Seville, dan Toledo jatuh ke tangan Muslim.

BERDIRINYA EMIRAT UMAYYAH di CORDOBA (756–929 M)

Pada 750 M, Dinasti Umayyah di Damaskus digulingkan oleh Abbasiyah. Namun, Abdurrahman I, satu-satunya anggota keluarga Umayyah yang selamat, melarikan diri ke Spanyol dan mendirikan Emirat Cordoba (756 M), lepas dari kekuasaan Abbasiyah.

Cordoba berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. Toleransi beragama diberlakukan terhadap Yahudi dan Kristen, meskipun tetap sebagai dhimmi (warga non-Muslim yang dilindungi).

KEKHALIFAHAN CORDOBA (929–1031 M)

Pada 929 M, Abdurrahman III menyatakan dirinya sebagai Khalifah, menandai berdirinya Kekhalifahan Cordoba yang independen dari Baghdad.

Pada masa ini, Islam meraih masa keemasannya di Spanyol ditandai dengan:

  • Kota Cordoba menjadi kota terbesar di Eropa barat (populasi >500.000).
  • Perpustakaan Cordoba memiliki lebih dari 400.000 buku.
  • Muncul ilmuwan besar seperti Ibn Rushd (Averroes) dan Al-Zahrawi (ahli bedah).
  • Hubungan damai dan perdagangan dijalin dengan Eropa dan dunia Islam lainnya.

FRAGMENTASI DAN KEJATUHAN KEKHALIFAHAN (1031 M)

Akibat konflik internal dan perebutan kekuasaan, Kekhalifahan Cordoba runtuh pada 1031 M.

Spanyol Islam terpecah menjadi puluhan negara kecil yang disebut taifa. Masing-masing taifa lemah dan sering meminta bantuan kepada kekuatan luar.

DINASTI ALMORAVID DAN ALMOHAD (1086–1212 M)

Melihat lemahnya taifa, kerajaan-kerajaan Kristen di utara mulai melakukan Reconquista (penaklukan kembali).

Untuk menghadang itu, penguasa Muslim di Spanyol meminta bantuan dari Afrika Utara dan melakukan langkah-langkah:

  • Almoravid (1086–1147 M): memperkuat Islam dan hukum syariah.
  • Almohad (1147–1212 M): memperkuat militer dan budaya, namun lebih keras terhadap non-Muslim.

Namun kekalahan Almohad dalam Pertempuran Las Navas de Tolosa (1212 M) menjadi titik balik. Kekuasaan Muslim di Spanyol mulai surut secara drastis.

KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN GRANADA (1238–1492 M)

Satu-satunya kerajaan Muslim yang bertahan setelah abad ke-13 adalah Kesultanan Granada, yang didirikan oleh Bani Nasr.

Granada bertahan selama lebih dari dua abad dari serangan kerajaan Kristen karena:

  • Letaknya strategis dan berbenteng.
  • Membayar upeti ke Kerajaan Kristen Castile.

Namun akhirnya, setelah persekutuan antara Ratu Isabella dari Castile dan Raja Ferdinand dari Aragon, pasukan Kristen menyerbu Granada.

Pada 2 Januari 1492, Sultan Muhammad XII (Boabdil) menyerah tanpa perlawanan.

MASA PENINDASAN DAN PENGUSIRAN 

1492: Semua Muslim diharuskan memeluk Kristen atau diusir (konversi massal terjadi).

1502–1609: Ribuan Muslim yang tetap tinggal dipaksa menjadi “Morisco” (Muslim berpura-pura Kristen).

1609–1614: Raja Philip III mengusir semua Morisco dari Spanyol.

Dengan peristiwa ini, berakhirlah hampir 800 tahun kekuasaan Islam di Spanyol.

KESIMPULAN 

Kekuasaan Islam di Spanyol bukan hanya kekuasaan politik, tetapi juga puncak peradaban ilmu, toleransi, dan budaya yang belum pernah disaksikan sebelumnya di Eropa.

Namun, konflik internal, invasi luar, dan fragmentasi menjadi penyebab utama kehancurannya.

REFERENSI 

  1. Kennedy, Hugh. The Great Arab Conquests. Da Capo Press, 2007.
  2. Menocal, María Rosa. The Ornament of the World: How Muslims, Jews, and Christians Created a Culture of Tolerance in Medieval Spain. Little, Brown, 2002.
  3. Fletcher, Richard. Moorish Spain. University of California Press, 1992.
  4. Watt, W. Montgomery. A History of Islamic Spain. Edinburgh
  5. University Press, 1965.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *