Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
Khatulistiwa merupakan garis imajiner yang membagi Bumi menjadi dua belahan, yaitu Belahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan.
Garis ini terletak di tengah-tengah Bumi dan memiliki peran penting dalam menentukan iklim, musim, dan navigasi.
Khatulistiwa adalah garis lintang 0 derajat yang membentang di sekitar tengah Bumi.
Garis ini membagi Bumi menjadi dua belahan yang sama besar, yaitu Belahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan.
Khatulistiwa juga merupakan titik referensi untuk menentukan lintang dan bujur suatu tempat di Bumi.
Selain itu, ternyata Khatulistiwa juga memiliki peran penting dalam peluncuran roket satelit karena beberapa alasan:
1. Keuntungan Kecepatan Rotasi Bumi:
Bumi berputar lebih cepat di khatulistiwa dibandingkan dengan daerah lain di Bumi.
Kecepatan rotasi ini memberikan tambahan kecepatan awal pada roket saat diluncurkan, sehingga mengurangi jumlah energi yang dibutuhkan untuk mencapai orbit.
2. Efisiensi Bahan Bakar:
Dengan memanfaatkan kecepatan rotasi Bumi, roket dapat menghemat bahan bakar.
Ini berarti roket dapat membawa muatan yang lebih berat atau memiliki jangkauan yang lebih jauh dengan jumlah bahan bakar yang sama.
3. Akses ke Orbit Geostasioner:
Banyak satelit komunikasi dan cuaca yang ditempatkan di orbit geostasioner, yang berada di atas khatulistiwa.
Meluncurkan roket dari khatulistiwa memudahkan akses langsung ke orbit ini, mengurangi kebutuhan untuk manuver orbit yang kompleks.
4. Lintasan Peluncuran yang Optimal:
Khatulistiwa menawarkan lintasan peluncuran yang lebih langsung ke orbit timur, yang merupakan arah rotasi Bumi.
Ini memungkinkan roket untuk memanfaatkan momentum rotasi Bumi secara maksimal.
Dengan demikian, khatulistiwa menjadi lokasi yang strategis untuk peluncuran roket satelit, memberikan keuntungan dalam hal efisiensi energi dan biaya operasional.
Banyak pusat peluncuran satelit di dunia yang terletak dekat dengan khatulistiwa untuk memanfaatkan keuntungan ini.












