Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
Berikut adalah kisah mendalam tentang Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menggambarkan keteladanan, keadilan, dan kebijaksanaannya.
UMAR BIN ABDUL AZIZ: MEMBATALKAN PROYEK MEWAH NEGARA
Sebelum diangkat menjadi seorang Khalifah, Umar bin Abdul Aziz sempat menjabat sebagai Gubernur di Madinah.
Ketika menjadi gubernur Madinah, Umar diberi anggaran besar dari pusat untuk memperluas istana gubernur yang dianggap sudah kurang layak untuk dipakai sebagai pusat pemerintahan.
Setelah dana itu tiba, ia malah membatalkan proyek itu dan berkata:
“Rakyat lebih butuh jalan yang baik dan irigasi yang lancar daripada istana megah.”
Dana itu kemudian dialihkan untuk pembangunan yang menguntungkan dan dibutuhkan oleh masyarakat seperti:
- Memperbaiki saluran air agar petani tidak kekeringan.
- Membangun tempat penampungan untuk musafir dan fakir miskin.
Hikmah: Kebijakan harus berpihak pada kepentingan umum, bukan kemewahan penguasa.
Kesimpulan
Umar bin Abdul Aziz adalah contoh nyata pemimpin yang adil, bersih, bijaksana dan peduli rakyat.
Hanya dalam kurun waktu 2,5 tahun kekuasaannya ia berhasil:
- Memberantas korupsi tanpa pandang bulu.
- Menyejahterakan rakyat dengan kebijakan pro-rakyat kecil.
- Berhasil memimpin kekhalifahan besar meski hidup sederhana
Ia wafat dalam keadaan “dikhianati (diduga diracun)” karena kebijakannya yang merugikan para koruptor.
Namun, nama Khalifah Umar bin Abdul Aziz tetap harum sepanjang sejarah umat manusia.
Referensi
- “Al-Bidayah wa An-Nihayah” – Ibnu Katsir
- ”Siyar A’lam An-Nubala” – Adz-Dzahabi
- ”Umar bin Abdul Aziz: The Fifth Rightly Guided Caliph” – Dr. Ali Ash-Shallabi













https://shorturl.fm/nTQXM