Kisah Khalifah Umar Bin Abdul Aziz, Pengemis Buta yang Bayar Pajak

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


Berikut adalah beberapa kisah mendalam tentang Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menggambarkan keteladanan, keadilan, dan kebijaksanaannya

Kisah Umar dan Pengemis Buta di Jalanan

Suatu hari, Umar bin Abdul Aziz melihat seorang lelaki tua buta mengemis di jalan. Ia bertanya: “Kenapa engkau melakukan ini?”

Si pengemis menjawab: “Aku diperintahkan membayar jizyah (pajak untuk non-Muslim), padahal aku sudah tua dan buta. Aku tidak punya uang, jadi terpaksa mengemis.”

Umar langsung memegang tangannya dan menangis, lalu memerintahkan:

  • Menghapus kewajiban jizyah bagi orang tua, orang miskin, dan penyandang disabilitas.
  • Memberinya tunjangan dari baitul mal (kas negara).
  • Memeriksa ulang seluruh kebijakan pajak agar tidak ada lagi rakyat yang tertindas.

Hikmah: Seorang pemimpin harus turun langsung melihat kondisi rakyat, bukan hanya duduk di istana.

Kesimpulan

Umar bin Abdul Aziz adalah contoh nyata pemimpin yang adil, bersih, bijaksana dan peduli rakyat.

Hanya dalam kurun waktu 2,5 tahun kekuasaannya ia berhasil:

  1. Memberantas korupsi tanpa pandang bulu.
  2. Menyejahterakan rakyat dengan kebijakan pro-rakyat kecil.
  3. Berhasil memimpin kekhalifahan besar meski hidup sederhana

Ia wafat dalam keadaan “dikhianati (diduga diracun)” karena kebijakannya yang merugikan para koruptor.

Namun, nama Khalifah Umar bin Abdul Aziz tetap harum sepanjang sejarah umat manusia.

Referensi

  1. “Al-Bidayah wa An-Nihayah” – Ibnu Katsir
  2. ”Siyar A’lam An-Nubala” – Adz-Dzahabi
  3. ”Umar bin Abdul Aziz: The Fifth Rightly Guided Caliph” – Dr. Ali Ash-Shallabi

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *