Luar Biasa, Iran Kembangkan Teknologi Artificial Intelligence Di Balik Sanksi Barat

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


Di tengah bayang-bayang sanksi internasional yang ketat, Iran ternyata tak berhenti berinovasi.

Negeri Mullah ini secara diam-diam namun pasti sedang menancapkan tonggaknya dalam perlombaan global pengembangan Kecerdasan Buatan (AI).

Ambisi Iran bukan sekadar wacana, melainkan telah diwujudkan dalam strategi nasional dan berbagai proyek konkret, terutama di bidang-bidang yang dianggap krusial bagi ketahanan negara.

Pemerintah Iran telah menempatkan AI sebagai prioritas utama. Pada tahun 2021, Dewan Tinggi Ruang Maya Iran secara resmi mengesahkan “Dokumen Strategi Nasional Pengembangan Kecerdasan Buatan”.

Dokumen ini menjadi peta jalan ambisius yang menargetkan posisi terdepan di kawasan dan dunia Islam dalam bidang AI dalam 10 tahun, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, ketahanan nasional, dan pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan.

Sementara itu, Komandan Pasukan Angkatan Darat Iran, Brigjen Kioumars Heidari, pernah mengatakan bahwa militer Iran kini memiliki sistem persenjataan rahasia dan sangat canggih yang dikembangkan di dalam negeri dan didukung oleh kecerdasan buatan (AI).

Sistem ini memperkuat kemampuan ofensif dan defensif Iran hingga ke titik di mana musuh tidak akan memiliki peluang untuk bertahan hidup jika terjadi konflik dengan negaranya

Pernyataan mengejutkan itu dia sampaikan dalam wawancara dengan televisi nasional Iran belum lama ini dan menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.

“Kami memiliki senjata yang sangat canggih, beberapa di antaranya bersifat rahasia, bahkan sangat rahasia. Sistem ini memanfaatkan AI dan telah menjadi bagian penting dari kekuatan militer kami,” ungkap Heidari.

Di Mana Iran Fokus?

1. Pertahanan dan Keamanan

Penggunaan AI untuk sistem pengawasan canggih, analisis intelijen, drone otonom, dan peperangan siber menjadi sorotan utama. Militer Iran diketahui aktif mengembangkan teknologi ini, meski detailnya sering dirahasiakan.

2. Kesehatan

AI dimanfaatkan untuk diagnosis penyakit (khususnya kanker dan penyakit langka), penemuan obat baru, dan manajemen data kesehatan masyarakat.

Universitas-universitas terkemuka seperti Sharif University of Technology dan Tehran University of Medical Sciences menjadi pusat riset ini.

3. Ekonomi dan Keuangan

Menghadapi sanksi perbankan yang ketat, Iran mengeksplorasi AI untuk mengembangkan sistem keuangan alternatif, analisis risiko kredit, dan mengoptimalkan rantai pasok dalam negeri. Teknologi ini diharapkan dapat membantu memitigasi dampak ekonomi sanksi.

4. Pertanian dan Lingkungan

AI digunakan untuk prediksi cuaca yang lebih akurat, optimasi irigasi, pemantauan sumber daya air, dan peningkatan hasil panen – hal vital di negara yang sering dilanda kekeringan.

5. Bahasa dan Budaya

Pengembangan Large Language Models (LLM) khusus bahasa Persia untuk melestarikan bahasa dan budaya lokal, serta mengurangi ketergantungan pada platform asing.

Tantangan Berat di Tengah Ambisi

Ambisi Iran tidak lepas dari rintangan besar. Sanksi internasional, terutama yang menyasar teknologi tinggi, menjadi penghalang utama.

Iran kesulitan mengakses perangkat keras komputasi canggih (seperti chip AI), perangkat lunak mutakhir, dan kolaborasi internasional dengan pusat-pusat riset AI terkemuka di dunia.

“Brain drain” (pelarian SDM unggul) ke luar negeri juga terus menjadi masalah yang menggerogoti kemampuan riset domestik. Selain itu, infrastruktur digital yang belum merata dan keterbatasan anggaran riset turut membayangi percepatan pengembangan.

Respons dan Kekhawatiran Global

Kemajuan AI Iran, khususnya di bidang militer dan pengawasan, memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara Barat dan sekutu regional seperti Israel dan Arab Saudi.

Mereka melihatnya sebagai alat yang dapat memperkuat kemampuan ofensif Iran dan represi domestik.

Namun, Iran sendiri menegaskan bahwa pengembangan AI-nya bertujuan untuk kepentingan damai dan pembangunan dalam negeri, serta sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan asing.

Masa Depan AI Ala Iran

Iran tampaknya bertekad untuk terus maju dalam pengembangan AI, menganggapnya sebagai kedaulatan teknologi yang vital.

Dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri, memfokuskan pada aplikasi spesifik yang menjawab tantangan lokal (terutama dampak sanksi), dan memperkuat kolaborasi dengan negara-negara “mitra” seperti Rusia dan Tiongkok, Iran berusaha menembus isolasi teknologi.

Apakah strategi ini akan sukses membawa Iran menjadi pemain AI yang signifikan di kancah global, atau akan terhambat oleh kendala struktural dan politik, masih menjadi pertanyaan besar yang akan dijawab waktu.

Referensi

  1. Iran’s National Artificial Intelligence Strategy Document (2021): Sumber utama kebijakan. Sering dilaporkan oleh media Iran.
  2. Tehran Times. (2021, August 25). “Iran adopts national artificial intelligence strategy”. (https://www.tehrantimes.com/) (Perlu dicari artikel spesifik terkait pengesahan dokumen).
  3. “Evolving Iran’s Cyber and AI Capabilities: Implications for Security and Stability”. (https://www.csis.org/programs/strategic-technologies-program)
  4. Nader, A. (2022, March 31). “Iran’s Pursuit of Advanced Technologies: AI, Quantum, and Biotechnology”. The Iran Primer. (https://iranprimer.usip.org/)
  5. Press TV (Iran): Sumber berita Iran yang sering melaporkan pencapaian domestik di bidang sains dan teknologi, termasuk AI
  6. Press TV. (2023, February 19). “Iran unveils new achievement in artificial intelligence”. (https://www.presstv.ir/) (Perlu dicari artikel terkait).
  7. Mohammadi, M., & Rezaei, R. (2022). “Artificial Intelligence in Iran: Opportunities and Challenges. Journal of AI and Data Mining”
Writer: Haris MaungEditor: Haris Maung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *