Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
Berikut adalah penjelasan lengkap tentang kesultanan-kesultanan yang ada di Maluku dan Sulawesi beserta referensi akademis dan historis.
KESULTANAN DI MALUKU
1. Kesultanan Ternate
Lokasi: Pulau Ternate, Maluku Utara.
Berdiri: Sekitar abad ke-13, resmi masuk Islam pada abad ke-15.
Pusat Kekuasaan: Benteng Kalamata dan Benteng Oranje.
Keunggulan: Menguasai jalur perdagangan rempah-rempah (terutama cengkeh).
Kejayaan: Masa Sultan Baabullah (1570-1583), berhasil mengusir Portugis dari Maluku.
Konflik: Perang dengan Portugis, Spanyol, dan Belanda, perebutan supremasi rempah.
Warisan: Ternate dikenal sebagai “Kota Rempah” dengan jejak sejarah Islam dan kolonialisme yang kuat.
Ricklefs, M.C. A History of Modern Indonesia since c.1200. Stanford University Press, 2001.
Leonard Andaya, The World of Maluku, University of Hawaii Press, 1993.
2. Kesultanan Tidore
Lokasi: Pulau Tidore, Maluku Utara.
Berdiri: Sekitar abad ke-15.
Keunggulan: Penghasil cengkeh, sekutu Spanyol melawan Ternate yang bersekutu dengan Portugis.
Pahlawan Nasional: Sultan Nuku (1780-1805), pemimpin perlawanan terhadap VOC Belanda, mengusir Belanda dan mendirikan kembali kekuasaan Tidore.
Warisan: Kuat dalam budaya Islam dan tradisi pelayaran.
Andaya, Leonard, The World of Maluku, University of Hawaii Press, 1993.
Van Fraassen, Ternate, the Residency and its Sultanate, 1987.
KESULTANAN DI SULAWESI
1. Kesultanan Gowa-Tallo
Lokasi: Makassar, Sulawesi Selatan.
Berdiri: Gowa (abad ke-14), Tallo (abad ke-15), bersatu pada abad ke-16.
Islamisasi: Di bawah Sultan Alauddin (1591), Gowa resmi memeluk Islam.
Masa Keemasan: Sultan Hasanuddin (1653-1669), dikenal sebagai “Ayam Jantan dari Timur” melawan VOC.
Konflik: Perang Makassar (1666-1669) melawan Belanda, berakhir dengan Perjanjian Bongaya.
Noorduyn, J. Historical Notes on Makassar, 1961.
Andaya, Leonard, The Heritage of Arung Palakka, 1981.
2. Kesultanan Bone
Lokasi: Sulawesi Selatan.
Berdiri: Abad ke-14.
Islamisasi: Di bawah Raja Latenri Tatta (Sultan Ibrahim).
Tokoh Terkenal: Arung Palakka, pahlawan Bone yang membantu VOC mengalahkan Gowa.
Ciri Khas: Budaya Bugis yang kuat, terkenal dengan pelaut ulung.
Andaya, Leonard, The Heritage of Arung Palakka, 1981.
3. Kesultanan Buton
Lokasi: Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.
Berdiri: Resmi menjadi kesultanan Islam pada 1542.
Sistem Pemerintahan: Dikenal dengan hukum adat “Sara Patapata”, konstitusi tertulis pertama di Nusantara dikenal sebagai Murtabat Tujuh.
Benteng: Benteng Keraton Buton, terbesar di dunia.
Zuhdi, Susanto. Negeri di Atas Angin: Sejarah Perjalanan Kesultanan Buton, Kepustakaan Populer Gramedia, 2011.
4. Kesultanan Luwu
Lokasi: Sulawesi Selatan.
Berdiri: Salah satu kerajaan Bugis tertua sejak abad ke-13, Islamisasi sekitar abad ke-16.
Karakteristik: Penguasa daratan dan pesisir, dikenal dalam epik La Galigo.
Warisan Budaya: Sering disebut sebagai pusat budaya Bugis.
Pelras, Christian, The Bugis, Blackwell Publishers, 1996.
KESIMPULAN
Kesultanan di Maluku dan Sulawesi memainkan peran penting dalam penyebaran Islam, perdagangan rempah-rempah, dan perjuangan anti-kolonial di Indonesia.
Masing-masing kesultanan memiliki ciri khas dalam budaya, politik, dan perlawanan terhadap kekuatan asing.












