Nuklir Korea Utara, Senjata Penghancur Milik Dinasti Kim

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


SEJARAH LENGKAP PROGRAM NUKLIR KOREA UTARA

1. Awal Perkembangan (1950-an-1970-an)

1956: Korea Utara mulai mengembangkan program nuklir dengan bantuan Uni Soviet melalui perjanjian kerjasama ilmu pengetahuan dan teknologi.

1965: Uni Soviet membantu mendirikan Reaktor Penelitian Yongbyon berkapasitas 2 MW, yang kemudian ditingkatkan menjadi 4 MW.

1974: Korea Utara mendirikan Institut Energi Nuklir di Yongbyon yang menjadi pusat penelitian nuklir utama.

2. Ekspansi dan Penolakan NPT (1980-an)

1985: Korea Utara menandatangani Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT) namun tidak mengizinkan inspektur internasional melakukan inspeksi penuh.

1986-1989: Korea Utara membangun reaktor grafit 5 MW dan fasilitas pengolahan ulang plutonium di Yongbyon.

1989: Dugaan produksi plutonium senjata muncul setelah AS menggunakan satelit untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan di Yongbyon.

3. Krisis Nuklir Pertama (1990-an)

1993: Korea Utara mengumumkan niat keluar dari NPT, memicu krisis nuklir global pertama.

1994: Ditandatangani Agreed Framework antara AS dan Korea Utara; Pyongyang setuju membekukan program nuklir dengan imbalan bantuan minyak dan dua reaktor air ringan.

1999: Inspeksi terbatas oleh IAEA dilakukan namun ditemukan pelanggaran rahasia.

4. Pelanggaran dan Uji Coba Senjata (2000-an)

2002: Krisis kedua pecah saat AS menuduh Korea Utara memiliki program uranium rahasia.

2003: Korea Utara resmi keluar dari NPT.

2006 (9 Oktober): Uji coba nuklir pertama Korea Utara dilakukan di Punggye-ri, menyebabkan kecaman dunia internasional.

5. Uji Coba Beruntun (2010-an)

2009, 2013: Uji coba nuklir kedua dan ketiga dilakukan.

2016-2017: Uji coba ke-4, 5, dan ke-6 dilakukan, termasuk klaim Korea Utara menguji bom hidrogen (thermonuklir) pada 3 September 2017, dengan kekuatan ledakan terbesar (diperkirakan 100-250 kiloton).

6. Negosiasi dan Ketegangan (2018-sekarang)

2018-2019: Korea Utara melakukan negosiasi dengan AS (termasuk pertemuan dengan Presiden Trump), namun gagal mencapai kesepakatan pelucutan senjata.

2020-an: Korea Utara melanjutkan pengembangan ICBM dan uji coba rudal hipersonik, serta menyatakan senjata nuklir sebagai senjata permanen negara.

Referensi 

  1. International Atomic Energy Agency (IAEA) Reports – www.iaea.org
  2. United Nations Security Council Resolutions – www.un.org/securitycouncil
  3. Arms Control Association – Timeline of North Korean Nuclear Diplomacy https://www.armscontrol.org/factsheets/dprkchron
  4. BBC News – North Korea Nuclear Timeline https://www.bbc.com/news/world-asia-pacific-11813699
  5. Carnegie Endowment for International Peace – North Korea’s Nuclear Program https://carnegieendowment.org
Writer: Haris MaungEditor: Haris Maung

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *