Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
Berikut penjelasan lengkap tentang Perang Riddah (Perang Kemurtadan) dan bagaimana Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq menumpas pemberontakan tersebut, beserta referensi historis:
Latar Belakang Perang Riddah (632 M)
Perang Riddah atau Hurub ar-Riddah adalah serangkaian konflik yang terjadi setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ pada tahun 632 M (11 H), ketika sebagian kabilah Arab keluar dari Islam atau menolak membayar zakat kepada pemerintah Islam di Madinah.
Sebagian mengaku sebagai nabi baru, dan ada juga yang murni memberontak karena alasan politik dan kedaulatan.
Penyebab Utama Perang Riddah
1. Kekosongan kepemimpinan pasca wafatnya Nabi ﷺ
Banyak suku merasa loyalitas mereka hanya kepada Nabi, bukan kepada sistem pemerintahan Islam.
2. Penolakan terhadap kewajiban zakat
Beberapa kabilah menganggap zakat sebagai pajak pribadi kepada Nabi Muhammad, bukan kewajiban negara.
3. Munculnya nabi palsu
Muncul tokoh-tokoh yang mengklaim sebagai nabi setelah Muhammad, seperti:
- Musailamah al-Kadzdzab (Bani Hanifah)
- Tulaihah al-Asadi (Bani Asad)
- Sajah binti al-Harits (seorang wanita dari Bani Taghlib)
4. Motif politik dan kedaerahan
Beberapa suku ingin merdeka dari kekuasaan Madinah dan kembali ke sistem kesukuan pra-Islam.
Respons Khalifah Abu Bakar
Sebagai khalifah pertama, Abu Bakar ash-Shiddiq memandang masalah ini sebagai ancaman besar bagi keutuhan umat Islam. Ia bersikeras mendatangi dan memerangi mereka serta berkata:
“Demi Allah, kalau mereka menolak satu tali unta yang biasa mereka berikan kepada Rasulullah, niscaya aku akan memerangi mereka!”
Langkah strategis Abu Bakar:
1. Mengonsolidasikan kekuatan di Madinah
Menarik pasukan Usamah bin Zaid yang awalnya hendak berperang ke Bizantium.
2. Mengirim 11 pasukan ke berbagai wilayah Arab
Dipimpin oleh sahabat-sahabat utama seperti:
- Khalid bin Walid
- Ikrimah bin Abi Jahl
- Amr bin Ash
- Hudhaifah bin Mihsan
3. Membagi musuh dalam tiga kategori:
- Orang yang keluar dari Islam
- Orang yang tidak mau bayar zakat
- Orang yang mengaku nabi baru
Pertempuran-Pertempuran Besar dalam Perang Riddah
1. Pertempuran melawan Tulaihah al-Asadi (Najd)
Khalid bin Walid memimpin pasukan dan berhasil mengalahkan Tulaihah.
Tulaihah melarikan diri ke Syam dan kemudian bertobat serta masuk Islam kembali di masa Umar.
2. Pertempuran Yamamah melawan Musailamah
Pertempuran terbesar dalam perang Riddah terjadi di wilayah Yamamah (Najd). Banyak penghafal Al-Qur’an gugur (sekitar 700).
Musailamah al-Kadzdzab akhirnya tewas oleh Wahsyi bin Harb (mantan pembunuh Hamzah, paman Nabi).
3. Pertempuran melawan Sajah dan pengikutnya
Sajah awalnya mengaku nabi wanita, lalu menikah dengan Musailamah.
Setelah Musailamah kalah, Sajah bertobat dan masuk Islam.
4. Pertempuran melawan kabilah yang menolak zakat
Sebagian besar ditumpas oleh Khalid bin Walid. Beberapa akhirnya kembali tunduk kepada kekuasaan Madinah.
Dampak dan Hasil Perang Riddah
1. Kekuasaan Islam dipulihkan di seluruh Jazirah Arab.
2. Abu Bakar memperkuat otoritas kekhalifahan sebagai lembaga negara Islam.
3. Penyusunan dan pengumpulan Al-Qur’an dimulai karena banyak penghafal Al-Qur’an gugur dalam Perang Yamamah.
4. Stabilisasi politik internal menjadi dasar ekspansi ke Persia dan Bizantium.
Referensi Historis
- Ibn Katsir – Al-Bidayah wan-Nihayah
- Al-Tabari – Tarikh al-Rusul wal-Muluk
- Ibn Sa’ad – Tabaqat al-Kubra
- William Muir – The Caliphate: Its Rise, Decline and Fall
- Karen Armstrong – Islam: A Short History
- Sayyid Quthb – Fi Zhilalil Qur’an
- Prof. Dr. Akram Dhiya al-Umari – Sejarah Hidup Abu Bakar ash-Shiddiq












