Poseidon, Bom Kiamat Bawah Laut Rusia

Berikut adalah informasi lengkap mengenai Poseidon, senjata nuklir bawah laut Rusia yang ditakuti dunia.

Narasi Lengkap: Bom Poseidon Rusia

Poseidon (disebut juga “Status-6” atau dalam kode NATO: Kanyon) adalah salah satu senjata strategis terbaru dan paling kontroversial yang dikembangkan oleh Federasi Rusia.

Poseidon merupakan torpedo atau drone bawah laut bertenaga nuklir dengan kemampuan membawa hulu ledak termonuklir berkekuatan tinggi yang dirancang untuk menghancurkan sasaran pesisir seperti kota besar, pangkalan militer, dan armada kapal induk lawan.

Senjata ini pertama kali secara tidak sengaja terungkap pada 2015 melalui kebocoran video dari televisi pemerintah Rusia, namun kemudian dikonfirmasi oleh Presiden Vladimir Putin dalam pidatonya pada 1 Maret 2018, saat memperkenalkan berbagai jenis senjata strategis generasi baru.

Informasi Teknis Poseidon:

Nama Resmi: Poseidon (Посейдон), sebelumnya dikenal sebagai Status-6

Kode NATO: Kanyon

Jenis: Drone bawah laut otonom bertenaga nuklir (nuclear-powered unmanned underwater vehicle/ UUV)

Panjang: Diperkirakan 20 – 24 meter

Diameter: Sekitar 1.6 – 2 meter

Kecepatan: Diperkirakan mencapai 100 knots (185 km/jam)

Jangkauan: Praktis tidak terbatas (bisa melintasi samudra tanpa henti karena bertenaga nuklir)

Kedalaman Operasi: 1.000 meter atau lebih

Hulu Ledak: Diperkirakan hingga 100 megaton termonuklir, kemungkinan juga bisa dilengkapi muatan konvensional

Platform Peluncuran: Kapal selam kelas Belgorod dan Khabarovsk

Fungsi dan Tujuan Poseidon

Senjata Deterrent: Poseidon dirancang sebagai bagian dari arsenal second-strike, yang berarti dapat membalas serangan nuklir pertama lawan dengan kehancuran yang sangat besar.

Serangan Psikologis dan Strategis: Dapat menyebabkan tsunami radioaktif yang menghancurkan pesisir musuh, merusak pelabuhan, kota, dan infrastruktur vital.

Menghancurkan Armada Kapal Induk: Dapat digunakan untuk menyerang kelompok tempur kapal induk dari jarak jauh secara diam-diam.

Kontroversi Internasional

Efek Lingkungan: Poseidon dianggap sebagai “senjata doomsday” karena kemampuannya untuk menciptakan tsunami radioaktif yang menghancurkan ekosistem pesisir.

Perlombaan Senjata Baru: Pengembangan Poseidon memicu kekhawatiran akan eskalasi perlombaan senjata nuklir antara Rusia dan negara-negara NATO, terutama Amerika Serikat.

Tidak Terikat Perjanjian: Poseidon tidak termasuk dalam perjanjian pengendalian senjata nuklir seperti START atau New START karena tergolong sebagai kendaraan tanpa awak.

Kronologi Penting Poseidon

2015: Bocoran pertama tentang “Status-6” muncul di televisi Rusia.

2018: Vladimir Putin secara resmi mengumumkan Poseidon sebagai salah satu senjata strategis baru.

2019: Kapal selam khusus Belgorod (K-329) dipersiapkan sebagai pembawa Poseidon.

2021-2022: Pengujian dilakukan, laporan satelit menunjukkan Belgorod membawa drone Poseidon.

2023: Laporan media menyebut Poseidon memasuki tahap produksi massal.

2024: Belgorod melakukan beberapa misi pengujian di Laut Arktik.

Fakta Unik

Poseidon sering dijuluki sebagai senjata “apocalypse” karena kemampuannya menghancurkan kehidupan di pesisir dalam radius sangat luas.

Diperkirakan dapat menghindari deteksi radar dan sonar modern karena dapat beroperasi sangat dalam dan berkecepatan sangat tinggi.

Referensi

  1. Russian Ministry of Defense. (2018). Presidential Address to the Federal Assembly, http://kremlin.ru
  2. BBC News. (2018). “Russia’s ‘invincible’ nuclear-powered weapons explained.”
  3. Congressional Research Service (CRS). (2021). “Russia’s Nuclear Weapons: Doctrine, Forces, and Modernization.”
  4. The Drive (The Warzone). (2023). “Russia’s Poseidon Nuclear Torpedo: A Detailed Breakdown.”
  5. Federation of American Scientists (FAS), “Status-6 / Kanyon,” https://fas.org
Writer: Haris MaungEditor: Haris Maung

Responses (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *