Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
Pengertian Psikopatologi
Psikopatologi adalah cabang dari psikologi dan psikiatri yang mempelajari gangguan mental, perilaku tidak normal, dan proses kejiwaan yang menyimpang dari norma-norma psikologis umum.
Psikopatologi berusaha memahami sebab, gejala, perkembangan, dan penanganan gangguan jiwa atau kelainan mental.
Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu Psyche (jiwa), Pathos (penyakit atau penderitaan) dan Logos (ilmu).
Jadi, secara harfiah Psikopatologi berarti “ilmu tentang penyakit jiwa”.
Tujuan Psikopatologi
1. Mengidentifikasi dan mengklasifikasi gangguan mental
2. Memahami etiologi (penyebab) gangguan mental
3. Mempelajari manifestasi (gejala-gejala) perilaku abnormal
4. Memberikan dasar bagi diagnosa dan intervensi psikologis/psikiatris
5. Menyediakan pemahaman tentang hubungan antara fungsi biologis, psikologis, dan sosial
Ruang Lingkup Psikopatologi
1. Gejala dan Tanda
Gejala subjektif: perasaan cemas, putus asa, halusinasi
Tanda objektif: perilaku menyimpang, reaksi ekstrem
2. Klasifikasi Gangguan Mental
Umumnya mengacu pada dua sistem klasifikasi:
DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi ke-5)
ICD-11 (International Classification of Diseases, oleh WHO)
3. Penyebab Gangguan Mental
Biologis: ketidakseimbangan neurotransmitter, genetik
Psikologis: trauma, pola asuh yang buruk
Sosiokultural: tekanan sosial, diskriminasi, kemiskinan
4. Jenis Gangguan Mental yang Dipelajari
- Gangguan kecemasan (anxiety disorders)
- Gangguan suasana hati (mood disorders)
- Gangguan psikotik (seperti skizofrenia)
- Gangguan kepribadian (personality disorders)
- Gangguan makan, tidur, somatik, dll.
Contoh Gangguan Psikopatologi (Jenis Gangguan Contoh Ciri-ciri Umum)
- Kecemasan Gangguan panik, fobia sosial Gelisah, takut berlebihan
- Mood Depresi mayor, bipolar Suasana hati ekstrem, energi rendah atau tinggi
- Psikotik Skizofrenia Halusinasi, delusi, gangguan berpikir
- Kepribadian Antisosial, borderline Pola perilaku maladaptif yang menetap
- Neurokognitif Demensia, delirium Gangguan memori dan fungsi otak
Model Teoretis Psikopatologi
1. Model Biologis
Menekankan pengaruh genetik, neurokimia, dan struktur otak
2. Model Psikoanalitik (Freud)
Menyatakan gangguan mental disebabkan oleh konflik bawah sadar
3. Model Behavioristik (Skinner, Watson)
Fokus pada perilaku yang dipelajari melalui penguatan
4. Model Kognitif (Beck, Ellis)
Menjelaskan gangguan mental melalui pola pikir irasional atau negatif
5. Model Sosial-Budaya
Menganggap faktor budaya, status sosial, dan lingkungan sebagai pemicu utama
Diagnosis Psikopatologi
Diagnosis dilakukan oleh profesional seperti psikiater atau psikolog klinis dengan menggunakan metode atau cara:
- Wawancara klinis
- Tes psikologis (MMPI, WAIS, dll.)
- Observasi perilaku
- Alat diagnostik standar seperti DSM-5 atau ICD-11
Intervensi dan Penanganan
1. Terapi Psikologis
- CBT (Cognitive Behavioral Therapy)
- Terapi Psikoanalisis
- Terapi Keluarga
- Terapi Eksposur
2. Terapi Biologis
- Obat-obatan psikotropika (antidepresan, antipsikotik, anxiolytic)
- ECT (Electroconvulsive Therapy) untuk kasus berat
3. Rehabilitasi Psikososial
- Dukungan sosial
- Pelatihan keterampilan hidup
- Terapi okupasi
Referensi
- American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed.). Arlington, VA: APA.
- 2. World Health Organization. (2022). International Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11).
- 3. Barlow, D. H., & Durand, V. M. (2017). Abnormal Psychology: An Integrative Approach. Cengage Learning.
- 4. Davison, G. C., & Neale, J. M. (2018). Abnormal Psychology. Wiley.
- 5. Comer, R. J. (2019). Fundamentals of Abnormal Psychology. Worth Publishers.












