Sultan Babullah, Sang Raja Laut Timur yang Perkasa

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


Berikut biografi lengkap Sultan Babullah, salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah Nusantara, khususnya dari Kesultanan Ternate.

PROFIL SULTAN BABULLAH

Nama Lengkap: Sultan Babullah Datu Syah

Gelar: Sultan Babullah “Penguasa 72 Pulau”

Masa Pemerintahan: 1570–1583 M

Kesultanan: Ternate (Maluku Utara)

Ayah: Sultan Hairun (dibunuh oleh Portugis)

Julukan: Pahlawan anti-penjajahan Portugis, Raja Laut Timur

LATAR BELAKANG SEJARAH

Sultan Babullah adalah Sultan ke-7 dari Kesultanan Ternate. Ia terkenal sebagai tokoh besar yang berhasil mengusir Portugis dari Ternate pada tahun 1575, menjadikannya sebagai salah satu penguasa Islam terbesar di kawasan timur Nusantara.

Awal Kehidupan:

Putra Sultan Hairun, yang awalnya bersahabat dengan Portugis namun akhirnya dibunuh oleh mereka pada 1570.

Peristiwa pembunuhan ayahnya mendorong Babullah untuk bangkit melawan penjajahan Eropa.

PERLAWANAN TERHADAP PORTUGIS

Setelah ayahnya dibunuh, Sultan Babullah menyusun kekuatan dan mengobarkan perang gerilya terhadap Portugis selama 5 tahun.

Pada 28 Desember 1575, Babullah berhasil mengepung dan mengusir Portugis dari Benteng São João Baptista di Ternate.

Ternate menjadi satu-satunya kerajaan di Asia Tenggara yang secara resmi mengusir kolonialis Eropa pada abad ke-16.

WILAYAH KEKUASAAN

Penguasa 72 Pulau” bukan sekadar gelar dan omong kosong belaka. Kekuasaan Sultan Babullah meliputi:

  • Sebagian besar kepulauan Maluku
  • Sulawesi bagian utara (termasuk Manado, Gorontalo)
  • Mindanao (Filipina selatan)
  • Papua bagian barat.

HUBUNGAN DIPLOMATIK

Mengirim utusan ke Khalifah Turki Usmani untuk meminta dukungan melawan Portugis.

Menjalin hubungan persahabatan dengan Aceh dan Johor.

Membuka hubungan dagang dengan pedagang Muslim dari Arab, Gujarat, dan Cina.

Memiliki hubungan diplomatik yang kuat dengan Kekhalifahan Turki Usmani dan Kesultanan Aceh.

WARISAN DAN AKHIR KEPEMIMPINAN

Sultan Babullah wafat pada tahun 1583 dan dianggap sebagai simbol perlawanan anti-penjajahan di Indonesia Timur. Kesultanan Ternate mencapai puncak kejayaan di masa pemerintahannya.

Selain itu, pengaruh Islam meluas di Indonesia Timur karena aktivitas dakwahnya.

PENINGGALAN DAN PENGHARGAAN

Benteng Tolukko dan Benteng Kalamata dikenal sebagai peninggalan dari era perlawanan Kesultanan Ternate.

Bandara Sultan Babullah di Ternate dinamai untuk menghormatinya.

Selain itu sang Sultan dikenang dalam berbagai literatur sebagai pahlawan nasional Maluku Utara meskipun belum mendapat gelar resmi dari pemerintah Indonesia.

REFERENSI

  1. Ricklefs, M.C. (2005). Sejarah Indonesia Modern.
  2. Leonard Andaya (1993). The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period.
  3. Haryoto Kunto (2016). Sejarah Perlawanan terhadap Kolonialisme Portugis di Indonesia.
  4. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (Indonesia).
  5. “Sultan Babullah Datu Syah, Raja Islam Pengusir Portugis.” Historia.id.
  6. Ensiklopedia Tokoh Nusantara (Perpustakaan Nasional RI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *