Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
Berikut adalah sejarah lengkap teh dari asal-usul hingga penyebarannya ke seluruh dunia, beserta referensi yang kredibel.
SEJARAH LENGKAP TEH
Asal-Usul Teh di Tiongkok Kuno
Legenda
Teh diyakini ditemukan sekitar tahun 2737 SM oleh Kaisar Shen Nong. Cerita menyebutkan bahwa daun teh jatuh ke dalam air mendidih yang sedang ia minum, menciptakan minuman yang menyegarkan.
Dokumentasi Awal
Teh pertama kali disebutkan dalam teks kuno “The Classic of Tea” (Cha Jing) karya Lu Yu pada abad ke-8 Masehi, yang menjelaskan cara menanam, memanen, dan menyeduh teh.
Penyebaran Teh ke Negara Lain
Jepang (abad ke-9)
Teh dibawa ke Jepang oleh para biksu Buddha dari Tiongkok.
Berkembang menjadi upacara minum teh (chanoyu) yang bersifat spiritual dan estetis.
Asia Tengah & Timur Tengah
Menyebar lewat Jalur Sutra. Digemari oleh masyarakat Tibet, Mongolia, dan Persia. Di Tibet, teh dicampur mentega yak menjadi “Po cha”.
Eropa (abad ke-16–17)
- Dibawa oleh pedagang Portugis dan Belanda.
- Teh menjadi minuman aristokrasi Inggris. East India Company menjadikannya komoditas penting.
- Muncul “afternoon tea” di kalangan bangsawan Inggris pada abad ke-19.
India dan Sri Lanka (abad ke-19)
Inggris menanam teh di India dan Sri Lanka sebagai alternatif dari ketergantungan pada teh Tiongkok.
Perkebunan besar dibuka, seperti di Assam dan Darjeeling.
Teh dalam Budaya Dunia
- Tiongkok: Teh hijau, teh putih, dan oolong. Minum teh sebagai bagian dari seni dan kesehatan.
- Jepang: Upacara teh yang sakral.
- Inggris: Teh hitam dengan susu, budaya “afternoon tea”.
- India: Teh chai (teh dengan susu dan rempah).
- Maroko: Teh hijau dengan daun mint dan gula.
- Nusantara: Teh menjadi konsumsi harian, banyak ditanam di Jawa dan Sumatra sejak zaman kolonial.
Manfaat Teh
- Kaya antioksidan seperti katekin dan polifenol.
- Teh hijau: meningkatkan metabolisme.
- Teh hitam: meningkatkan kewaspadaan dan kesehatan jantung.
- Teh herbal: relaksasi dan efek terapeutik.
Referensi
- Lu Yu – The Classic of Tea (Cha Jing), abad ke-8 M
- Benn, James A. (2015). Tea in China: A Religious and Cultural History
- Ukers, William H. (1935). All About Tea. New York: The Tea and Coffee Trade Journal Company.
- Macfarlane, Alan & Iris. (2004). The Empire of Tea. Overlook Press.
- FAO – Food and Agriculture Organization: https://www.fao.org
- Tea Association of the USA – https://www.teausa.com












