Universitas Al-Azhar, Simbol Kejayaan Ilmu Pengetahuan Islam

Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com


Berikut adalah penjelasan lengkap dan komprehensif tentang sejarah Universitas Al-Azhar di Mesir beserta referensi.

Sejarah Lengkap Universitas Al-Azhar Mesir

1. Latar Belakang Pendirian

Universitas Al-Azhar (الجامع الأزهر) adalah salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia. Pendirian Al-Azhar erat kaitannya dengan berdirinya Dinasti Fatimiyah di Mesir.

Tahun Berdiri: 359 H / 970 M.

Pendiri: Khalifah Fatimiyah, Al-Mu’izz li-Dinillah.

Arsitek Pelaksana: Jenderal Jawhar al-Siqilli.

Awalnya: Didirikan sebagai masjid untuk tempat ibadah bagi masyarakat di Kairo yang baru dibangun sebagai ibu kota Dinasti Fatimiyah.

Nama “Al-Azhar”: Dinamakan Al-Azhar (artinya “Paling Bersinar”) yang diyakini merujuk pada gelar Sayidah Fatimah az-Zahra, putri Nabi Muhammad ﷺ.

2. Perkembangan Awal: Masjid Menjadi Universitas

Pada awalnya, Al-Azhar hanyalah sebuah masjid tempat pelaksanaan shalat Jumat pertama di Kairo (972 M).

Namun, sejak tahun 378 H / 988 M, Al-Azhar mulai berkembang menjadi pusat pendidikan ilmu-ilmu keislaman, terutama Mazhab Syiah Ismailiyah sesuai dengan ideologi Dinasti Fatimiyah.

Pelajaran meliputi:

  • Fikih
  • Tafsir
  • Hadis
  • Ilmu Kalam
  • Filsafat

3. Masa Transformasi ke Sunni

Ketika Dinasti Fatimiyah runtuh (1171 M) dan Salahuddin Al-Ayyubi (pendiri Dinasti Ayyubiyah) mengambil alih Mesir, Al-Azhar mengalami transformasi besar. Salahuddin menggantikan ajaran Syiah Ismailiyah menjadi Mazhab Sunni Syafi’i yang dominan.

Banyak kitab Syiah dikeluarkan dari Al-Azhar. Fokus pengajaran lebih diarahkan pada empat mazhab Ahlus Sunnah wal Jamaah (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali).

4. Masa Mamluk dan Utsmaniyah

Selama masa Mamluk (1250-1517) dan Ottoman (1517-1798):

Al-Azhar semakin berkembang sebagai pusat keilmuan dunia Islam.

Mendapatkan waqaf (dana abadi) yang melimpah.

Mahasiswa datang dari berbagai penjuru dunia Islam, termasuk Afrika, Asia Tenggara, dan Eropa.

5. Masa Modernisasi (Era Muhammad Ali dan Sesudahnya)

Pada abad ke-19, Muhammad Ali Pasha memulai modernisasi Mesir namun Al-Azhar tetap mempertahankan independensinya.

Pada masa kolonial Inggris (1882-1952), Al-Azhar menjadi pusat gerakan nasionalis Mesir.

Tahun 1961, Presiden Gamal Abdel Nasser menerapkan Undang-Undang Reformasi yang mengubah Al-Azhar menjadi universitas modern dengan fakultas umum seperti:

  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Ekonomi, namun tetap mempertahankan keunggulan dalam ilmu agama.

6. Al-Azhar Masa Kini

Saat ini, Universitas Al-Azhar dikenal sebagai pusat moderasi Islam (wasathiyah) dan tetap mempertahankan pengajaran empat mazhab Sunni.

Memiliki berbagai fakultas baik di bidang agama maupun sains modern.

Fitur Utama:

  • Grand Syaikh Al-Azhar: Pemimpin spiritual tertinggi di Mesir.
  • Darul Ifta Al-Misriyyah: Lembaga fatwa resmi Mesir.
  • Pusat Dialog Antar Agama: Al-Azhar aktif dalam dialog internasional.
  • Mahasiswa Internasional: Ribuan mahasiswa dari lebih 100 negara belajar di Al-Azhar.

Fakta Penting Al-Azhar:

  • Tahun Berdiri: 970 M
  • Pendiri: Dinasti Fatimiyah, Al-Mu’izz li-Dinillah
  • Transformasi Sunni Masa Salahuddin Al-Ayyubi
  • Status Sekarang: Universitas Islam terbesar dunia
  • Pengaruh Keislaman global: Fatwa dunia Muslim

Referensi Akademik

  1. J.J. Saunders, A History of Medieval Islam, Routledge, 2002.
  2. Jonathan Berkey, The Transmission of Knowledge in Medieval Cairo: A Social History of Islamic Education, Princeton University Press, 1992.
  3. Michael Winter, Egyptian Society Under Ottoman Rule, 1517-1798, Routledge, 2003.
  4. Nasser, G.A., The Philosophy of the Revolution, 1954.
  5. Situs Resmi Universitas Al-Azhar: https://www.azhar.eg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *