Abraham Lincoln, Kisah Anak Tukang Kayu yang Menghapus Sistem Perbudakan

ABRAHAM LINCOLN: BIOGRAFI PRESIDEN KE-16 AMERIKA SERIKAT

Masa Awal Kehidupan

Lahir: 12 Februari 1809, di Pondok Kayu Sinking Spring, Hardin County, Kentucky (sekarang LaRue County).

Keluarga: Ayahnya Thomas Lincoln (petani/pengrajin kayu) dan ibunya Nancy Hanks Lincoln. Ibunya meninggal saat ia berusia 9 tahun. Ayahnya menikah lagi dengan Sarah Bush Johnston, yang mendukung pendidikan Lincoln.

Pendidikan: Hanya sekitar 18 bulan pendidikan formal. Autodidak, gemar membaca buku seperti Alkitab, Robinson Crusoe, dan buku hukum.

Pekerjaan Awal: Bekerja sebagai pembelah kayu, pengantar barang, dan pelayan toko di Illinois.

Karir Politik dan Hukum

1834: Terpilih sebagai anggota legislatif negara bagian Illinois (Partai Whig).

1836: Lulus ujian hukum dan menjadi pengacara. Membuka praktik hukum di Springfield, Illinois, dikenal jujur dan berbakat dalam berdebat.

1842: Menikah dengan Mary Todd; memiliki empat putra (hanya satu yang hidup hingga dewasa, Robert Todd Lincoln).

1847–1849: Anggota DPR AS. Menentang Perang Meksiko-Amerika dan memperjuangkan penghapusan perbudakan di Washington D.C.

1858: Debat terkenal melawan Stephen A. Douglas dalam pemilihan Senat AS. Meski kalah, pidatonya tentang perbudakan (“A house divided against itself cannot stand”) menarik perhatian nasional.

Menjadi Presiden dan Perang Saudara

1860: Terpilih sebagai Presiden AS (Partai Republik). Kemenangannya memicu pemisahan diri 11 negara bagian Selatan yang pro-perbudakan, membentuk Konfederasi.

1861–1865: Memimpin AS dalam Perang Saudara melawan Konfederasi. Tujuannya: mempertahankan persatuan dan akhirnya menghapus perbudakan.

1 Januari 1863: Mengeluarkan Proklamasi Emansipasi, membebaskan budak di wilayah pemberontak.

1863: Pidato Gettysburg Address yang legendaris, menegaskan prinsip kesetaraan dan demokrasi.

1864: Terpilih kembali sebagai Presiden.

Pembunuhan dan Warisan

14 April 1865: Ditembak oleh simpatisan Konfederasi, John Wilkes Booth, di Teater Ford, Washington D.C.

Meninggal: 15 April 1865, usia 56 tahun.

Warisan:

  1. Mempertahankan persatuan AS.
  2. Mengakhiri perbudakan melalui Amandemen ke-13 (diratifikasi 1865).
  3. Tokoh simbol demokrasi, kesederhanaan, dan keteguhan moral.
  4. Kutipan terkenal: “Government of the people, by the people, for the people” (Gettysburg Address).

Lincoln tetap dikenang sebagai salah satu presiden terbesar AS karena perannya mempertahankan persatuan bangsa dan mengakhiri perbudakan.

Kisah hidupnya dari latar belakang sederhana hingga pemimpin bangsa mencerminkan nilai-nilai ketekunan dan integritas.

Referensi

  1. White House Historical Association:[Biografi Abraham Lincoln] Sumber resmi pemerintah AS tentang presiden.
  2. Library of Congress: [Lincoln Papers Collection] Arsip surat, pidato, dan dokumen asli Lincoln.
  3. National Park Service: [Lincoln Home National Historic Site] Situs bersejarah kediaman Lincoln di Springfield, Illinois.
  4. McPherson, J.M. (2009): “Abraham Lincoln”. Oxford University Press. Biografi singkat oleh sejarawan pemenang Pulitzer.
  5. Goodwin, D.K. (2005): Team of Rivals: The Political Genius of Abraham Lincoln. Simon & Schuster. Analisis kepemimpinan Lincoln dan kabinetnya.
  6. Amandemen ke-13 Konstitusi AS [National Archives] Dokumen asli penghapusan perbudakan.
  7. Proklamasi Emansipasi: [National Archives] Teks dan konteks historis.
Writer: Haris MaungEditor: Haris Maung

Response (1)

Leave a Reply to Jeannette2179 Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *