Kerjasama Pemberitaan/Iklan:
Contact Person: (0878-9163-1225). e-mail: bewarasiliwangi9@gmail.com
SULTANAH SAFIATUDDIN SYAH: BIOGRAFI WANITA TERKUAT ACEH
Profil Singkat
- Nama Lengkap: Sultanah Safiatuddin Tajul Alam Syah
- Nama Lain: Putri Sri Alam
- Lahir: 1612 (di Kesultanan Aceh)
- Wafat: 1675 (di Aceh, dimakamkan di Kompleks Pemakaman Sultan Aceh)
- Masa Pemerintahan: 1641–1675
- Gelar: Sultanah Aceh pertama dari empat ratu yang memerintah Aceh
- Pasangan: Sultan Iskandar Tsani (1629–1641)
- Agama: Islam
Latar Belakang dan Keluarga
Sultanah Safiatuddin adalah putri dari Sultan Iskandar Muda (1593–1636), penguasa terbesar Kesultanan Aceh.
Ia menikah dengan Sultan Iskandar Tsani (1641), yang merupakan putra Sultan Pahang (Malaysia) dan dibawa ke Aceh setelah Pahang ditaklukkan oleh Iskandar Muda.
Setelah kematian suaminya, Safiatuddin dinobatkan sebagai Sultanah Aceh pada 1641, memulai era kepemimpinan perempuan di Aceh.
Pemerintahan dan Kebijakan
1. Penerus Kekuasaan:
Safiatuddin naik tahta setelah suaminya wafat tanpa pewaris laki-laki. Dewan kerajaan (orang kaya) mendukungnya karena kecerdasan dan kearifannya.
2. Stabilitas Politik:
Ia menjaga stabilitas kerajaan dengan mempertahankan hubungan baik dengan ulama dan bangsawan.
3. Kemajuan Pendidikan dan Budaya:
– Mendukung perkembangan sastra dan ilmu agama.
– Menjadi pelindung ulama, termasuk Nuruddin ar-Raniri, penulis *Bustan as-Salatin*.
4. Hubungan Luar Negeri:
– Mempertahankan hubungan diplomatik dengan Inggris, Belanda, dan Kesultanan Ottoman.
– Menolak tekanan Belanda untuk monopoli perdagangan.
Tantangan dan Kritik
- Beberapa ulama konservatif menentang kepemimpinannya karena faktor gender, tetapi ia berhasil mempertahankan legitimasi melalui dukungan dewan kerajaan.
- Aceh mulai kehilangan pengaruh di Sumatera dan Selat Malaka, meski tetap menjadi pusat perdagangan.
Warisan dan Akhir Hidup
- Safiatuddin memerintah selama 34 tahun, salah satu yang terlama dalam sejarah Aceh.
- Ia wafat pada 1675 dan digantikan oleh Sultanah Naqiatuddin Syah.
- Namanya diabadikan sebagai tokoh perempuan berpengaruh dalam sejarah Islam Nusantara.
Sultanah Safiatuddin menjadi simbol kepemimpinan perempuan yang kuat dalam sejarah Aceh dan Nusantara.
Referensi
- Hasjmy, A. (1977). “59 Tahun Aceh Merdeka di Bawah Pemerintahan Ratu”. Bulan Bintang.
- Reid, Anthony (2005). “An Indonesian Frontier: Acehnese and Other Histories of Sumatra”. NUS Press.
- Lombard, Denys (2006). “Kerajaan Aceh: Zaman Sultan Iskandar Muda (1607–1636)”. Balai Pustaka.
- Ar-Raniri, Nuruddin (1640-an). “Bustan as-Salatin” (terdapat catatan tentang pemerintahan Safiatuddin).













https://shorturl.fm/F1tJA
https://shorturl.fm/C4FIA
https://shorturl.fm/qn4FO